Kaleidoskop 2021: 5 Peristiwa Menggemparkan dari Sumsel, Nomor 4 Bikin Heboh Masyarakat Indonesia

Dede Febriansyah ยท Selasa, 28 Desember 2021 - 13:16:00 WIB
Kaleidoskop 2021: 5 Peristiwa Menggemparkan dari Sumsel, Nomor 4 Bikin Heboh Masyarakat Indonesia
Petugas keamanan RS Siloam Palembang menyelamatkan perawat dari tindakan penganiayaan orang tua salah satu pasien. (Foto: Tangkapan Layar/Ist)

4. Heboh Bantuan Rp2 Triliun dari Anak Akidi Tio

Akhir Juli 2021, kabar mengejutkan datang dari Markas Polda Sumsel. Heriyanti, anak almarhum Akidi Tio datang bersama dokter keluarganya menyerahkan bantuan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19. 

Secara simbolis bantuan diterima Kapolda Sumsel saat itu Irjen Pol Eko Indra Heri didampingi Gubernur Herman Deru. Sejak saat itu, publik tanah air terus membincangkan bantuan dengan nilai fantastis itu. Banyak yang memuji dan berharap apa yang dilakukan Heriyanti menjadi contoh bagi orang kaya lainnya di negeri ini. 

Namun di saat yang sama tidak sedikit juga yang mempertanyakan kebenaran bantuan dengan nilai jauh lebih besar dari APBD Kota Prabumulih yang hanya Rp1 triliun lebih. Beberapa hari kemudian, dugaan tersebut benar dan hingga saat ini bantuan tersebut tidak pernah ada. 

5. Dua Dosen Unsri Tersangka Pelecehan Mahasiswi 

Dunia pendidikan tanah air terutama di Sumatera Selatan (Sumsel) sedang mendung. Dua oknum Dosen FKIP dan FE Universitas Sriwijaya (Unsri), A dan R menjadi tersangka dan ditahan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Peristiwa ini mencuat di awal Desember 2021. 

Dosen A telah mengakui perbuatannya melakukan pelecehan secara langsung saat korban menemuinya untuk bimbingan skripsi. A langsung dinonatifkan dari kepala jurusan dan telah ditahan di Polda Sumsel. 

Sementara dosen R, diduga mengirimkan chat diduga mengandung unsur pelecehan melalui aplikasi pesan instan kepada beberapa mahasiswi yang salah satunya telah menjadi alumni. Awalnya, R tidak mengakui laporan yang dibuat mahasiswinya, bahkan salah satu pelapor diduga sempat mendapatkan perlakuan kurang baik saat hendak mengikuti yudisium.

Korban yang sudah mendapatkan undangan yusidisium, tiba-tiba namanya hilang dan diduga korban yang saat itu protes sempat disekap di kamar mandi. Peristiwa ini viral di media sosial dan menjadi sorotan media nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengirimkan Inspektur Jenderal ke Unsri.

Editor : Berli Zulkanedi

Follow Berita iNewsSumsel di Google News

Bagikan Artikel: