Polisi Tangkap Hadi, Tukang Sayur yang Jadi Kameramen Prank Daging Kurban Sampah

Guntur ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:21 WIB
Polisi Tangkap Hadi, Tukang Sayur yang Jadi Kameramen Prank Daging Kurban Sampah
Hadi, tukang sayur yang jadi kameramen YouTuber Edo saat membagikan daging kurban sampah (Guntur/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Jajaran Satreskrim Pidana Khusus (Pidsus) Polrestabes Palembang menangkap satu pelaku video prank daging kurban sampah. Pelaku berperan sebagai kameramen.

Kanit Pidsus Polrestabes Palembang Iptu Hari Dinar mengatakan, pelaku yakni Hadi Wijaya alias Karim (18). Pelaku tercatat sebagai warga Jalan Boster, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang.

"Sehari-hari pelaku bekerja sebegai penjual sayur keliling," kata Hari Dinar, Rabu (5/8/2020).

Hari menambahkan, pelaku ditangkap di kawasan rumahnya pada Selasa siang (4/8/2020). Saat ditangkap, pelaku pasrah dn tidak melakukan perlawanan.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku Hadi ini berperan sebagai kameramen kedua setelah kameramen pertama yakni Diky," katanya.

Diky sendiri sudah ditangkap terlebih dahulu bersama YouTuber Edo Putra pada Minggu (2/8/2020). Atas ditangkapnya Hadi, maka polisi sudah mengamankan tiga pelaku prank daging kurban sampah.

Tangkapan layar video prank bagi-bagi daging hewan kurban yang ternyata berisi sampah oleh YouTuber dengan akun Edo Putra Official. (YouTube)
Tangkapan layar video prank bagi-bagi daging hewan kurban yang ternyata berisi sampah oleh YouTuber dengan akun Edo Putra Official. (YouTube)

Sementara itu, Hadi tak menyangka jika video yang dia rekam akan mengantarkannya ke balik jeruji besi.

"Gak nyangka bisa seperti ini. Saya cuma diminta teman untuk ikut buat video YouTube. Sudah dua kali ikut bantu," kata Hadi.

Saat ini, polisi masih mencari keberadaan satu pelaku lagi yakni bernama Syahpurta. Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa ponsel, akun email, aku media sosial milik pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 14 KUHP tentang menyebarkan berita bohong serta Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 1 ancaman hukuman penjara selama 10 tahun.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto