Polisi Amankan YouTuber Edo Putra yang Prank Daging Kurban Isi Sampah

Muhammad David ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 00:28 WIB
Polisi Amankan YouTuber Edo Putra yang Prank Daging Kurban Isi Sampah
Tangkapan layar YouTuber yang membuat video prank meminta maaf kepada salah seorang korban prank. (YouTube)

PALEMBANG, iNews.id - YouTuber Edo Putra asal Palembang yang membuat konten prank daging kurban berisi sampah diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Palembang, Minggu (2/8/2020). Edo Putra dijemput petugas di rumahnya kawasan Sukajadi, perumahan Griya Perwira Asri, Kabupaten Banyuasin. Saat ini, Edo Putra masih diperiksa di Mapolrestabes.

Paman Edo, Makmun mengatakan, video daging kurban isi sampah yang dibuat Edo Putra hanya setingan untuk konten Youtube-nya. “Emak-emak yang ada di dalam video masih keluarga sendiri. Jadi itu semua dilakukan demi konten youtube saja,” katanya saat mendatangi Mapolrestabes Palembang, Minggu (2/8/2020).

Terkait sikap polisi mengamankan Edo, Makmun meminta Kapolrestabes Palembang untuk melepas kembali keponakannya itu.

Makmun menambahkan, pada saat Idul Fitri lalu, Edo juga pernah membuat video prank yang sama yakni memberikan uang THR untuk anak kecil berisikan sampah.

Sebelumnya, video yang dibuat oleh akun Youtube Edo Putra Official dua hari lalu ini viral di media sosial, khususnya Instgram dan Facebook. 

Dalam video tersebut, Youtuber Edo membagikan bingkisan daging kurban namun berisi sampah. Sejak video itu diunggah, berbagai komentar dilontarkan oleh para netizen hingga memicu keresahan publik.

Banyak netizen mengaitkan dengan aksi prank sembako isi sampah yang dilakukan Ferdian Paleka hingga berakhir ke penjara walaupun akhirnya dibebaskan.

Konten video berjudul Prank Bagi Daging ke Emak-Emak Isinya Sampah #TheRealPrank itu, diunggah pada Jumat (31/7/2020) dan telah ditonton 495.749 kali. Video YouTuber yang disebut berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan ini mendapat banyak kecaman dari netizen karena dinilai keterlaluan dan hanya ingin viral. Banyak yang mengingatkan pemilik akun agar siap-siap dipenjara karena aksinya.


Editor : Kastolani Marzuki