Penjaga Malam di Palembang Tiba-Tiba Dibacok saat Beli Nasi, Tangan Kiri Nyaris Putus

Guntur ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 15:55 WIB
Penjaga Malam di Palembang Tiba-Tiba Dibacok saat Beli Nasi, Tangan Kiri Nyaris Putus
Korban Jery (39), dirawat di RSUD Bari Palembang Sumsel karena tangan kirinya dibacok pengendara pikap, Selasa (4/8/2020). (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id - Seorang warga Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dilarikan ke RSUD Bari palembang, setelah dibacok pengendara mobil pikap, Selasa (04/08/2020). Akibat serangan tersebut, tangan kiri korban bernama Jery (39), warga Jalan Lingkaran Gang Damai Kecamatan Ilir Barat I itu, nyaris putus.

Petugas piket Polsek Seberang Ulu I Palembang yang mendapat laporan mengenai pembacokan tersebut langsung ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di depan RM Palapa, Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 7 Ulu.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula saat korban yang bekerja sebagai penjaga malam itu hendak membeli nasi bungkus di RM Palapa. Tiba-tiba, pengendara mobil pikap Nopol 9120 membacok tangan kirinya hingga nyaris putus. Melihat serangan dadakan, korban yang mengendarai mobil Avanza warna putih nopol BG 1540 OW sempat mencoba menyelamatkan diri.

"Saya ketika itu hendak beli nasi, tiba-tiba pelaku mengendarai mobil pikap datang langsung membacok saya hingga tangan kiri saya nyaris putus," kata korban saat dikonfirmasi di rumah sakit RSUD BariPalembang, Selasa (4/8/2020).

Korban mengaku tidak mengenal pelaku. Namun, sebelumnya dia dan pelaku sempat nyaris terlibat kecelakaan lalu lintas di simpang Flyover Jakabaring Palembang. Diduga, pelaku tak terima sehingga langsung mengikutinya dan membacok tangannya.

"Memang sebelumnya kami serempetan mobil di simpang empat Jakabaring Palembang. Saya tidak tahu kalau dia menunggu saya saat hendak membeli nasi di lokasi. Secepat itu, dia menghampiri dan langsung membacok dengan pedang," katanya.

Sementara kasus ini masih ditangani petugas Polsek Seberang Ulu I Palembang.


Editor : Maria Christina