Kisah Guru Malu dan Trauma Gagal Dilantik karena Dobel NIK di Muratara

Era Neizma Wedya ยท Jumat, 15 Oktober 2021 - 08:06:00 WIB
Kisah Guru Malu dan Trauma Gagal Dilantik karena Dobel NIK di Muratara
Undangan resmi yang diterima Susilawati untuk dilantik menjadi Kepala DN 3 Bingin Teluk, namun sayang namanya hilang di detik-detik pelantikan. (Foto: Era N)

MURATARA, iNews.id - Susilawati, guru di SDN 3 Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir merasa sangat malu dan hanya bisa pasrah. Sejak pagi sudah siap-siap karena telah menerima undangan untuk dilantik menjadi kepala sekolah, namun ternyata namanya tidak ada. 

Kekecewaan Susi yang sudah lama mengabdi semakin terasa karena sudah jauh-jauh datang ke Kecamatan Rupit, Ibu Kota Kabupaten Muratara hendak ikuti pelantikan menjadi kepala Sekolah di halaman Pemda Muratara. Namun saat di-absen mendadak gagal dilantik.

Dia pun kini hanya bisa pasrah, kecewa dan merasa dipermalukan di depan umum. “Saya malu sudah ikut baris di lapangan, tapi mendadak tidak dilantik. Ini bagaimana, saya sempat konfirmasi ke korwil dan disdik, mereka mengaku namanya dobel dan beda NIK. Dan Susilawati yang dimaksud bukan saya," tuturnya.

Pelantikan sejumlah kepala sekolah Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, di halaman Pemda Muratara. Rencananya, Susi akan dilantik menjadi Kepala Sekolah SDN 3 Bingin Teluk, dia mengikuti upacara dalam barisan pejabat yang hendak dilantik. Namun saat dipanggil petugas, dengan penyebutan golongan, nama dan NIK dia mendadak dianulir. “Saya malu sudah ikut baris di lapangan tapi mendadak tidak dilantik,” katanya.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: