Kasus Corona Tertinggi di Sumsel, Wali Kota Palembang Akan Evaluasi PSBB

Antara ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 08:45 WIB
Kasus Corona Tertinggi di Sumsel, Wali Kota Palembang Akan Evaluasi PSBB
Penerapan PSBB di Palembang (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengevaluasi penereapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Evaluasi ini dilakukan jika dalam beberapa hari ke depan PSBB kurang berdampak pada penurunan kasus penularan virus corona atau Covid-19.

"Seperti daerah lain yang telah menerapkan PSBB ini untuk menekan penyebaran COVID-19, lantas kalau masih terjadi penyebaran ke depannya bisa saja dievaluasi untuk lebih baik lagi," kata Wali Kota Palembang Harnojoyo, Rabu (27/5/2020).

Harnojoyo menambahkan, sejak diterapkan 20 Mei 2020, PSBB belum dievaluasi. Padahal ini diperlukan agar tujuan dari diselenggarakannya PSBB ini dapat tercapai seperti yang dilakukan kota-kota lain di Indonesia.

Pasalnya, jumlah kasus positif Corona di Palembang mencapai 457 kasus dan yang tertinggi di Sumsel.

Harnojoyo mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 semakin membaik.

"Tadi ada pengendara mobil pribadi yang masih duduk bersebelahan, tetapi mereka memakai masker. Banyak pengendara kendaraan roda dua juga memakai masker," kata dia.

Untuk menegakkan aturan PSBB ini, kata dia, pemerintah menerapkan sanksi sejak H+2 Lebaran, mulai dari membersihkan taman hingga denda berupa uang.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang GA Putra Jaya mengatakan, sejak dua hari penerapan sanksi PSBB tercatat 30 pelanggar.

"Pelanggaran kami hukum membersihkan Taman Kambang Iwak Palembang. Mereka menggunakan rompi bertuliskan pelanggar PSBB yang sudah kami siapkan ada 100 buah," kata Putra.

Pelanggar aturan PSBB ini sebagian besar karena tidak menggunakan masker saat berada di mal, pasar, dan area publik.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto