Buruh Datangi 3 Lokasi di Palembang, Ini Tuntutannya

Antara ยท Rabu, 15 Juni 2022 - 17:51:00 WIB
Buruh Datangi 3 Lokasi di Palembang, Ini Tuntutannya
Ratusan buruh menggelar demonstrasi di Palembang, Rabu (15/6/2022). (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Ratusan buruh dari berbagai organisasi menggelar demonstrasi di Palembang, Rabu (15/6/2022). Demonstrasi digelar di tiga lokasi berbeda dengan tuntutan kenaikan upah minimum yang dinilai tidak berkeadilan bagi pekerja.

Tiga lokasi yang didatangi buruh yakni Kantor PTUN Palembang, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel dan Kantor Gubernur Sumsel, di Jalan Kapten A Rivai, Palembang. Unjuk rasa berlangsung secara tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Koordinator Aksi, Hermawan mengatakan, besaran nilai upah minimum kabupaten dan kota (UMK) yang diberlakukan pemerintah saat ini dinilai tidak berkeadilan bagi para pekerja.

Ketidakadilan tersebut dirasakan para buruh karena tidak ada kenaikan upah, dan di saat yang sama harga barang kebutuhan pokok, listrik, dan pendidikan anak terus naik setiap tahunnya.

Tuntutan kenaikan UMK oleh buruh itu menyasar untuk lima kabupaten/kota, yaitu Palembang, Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, dan OKU Timur.

"Kami gabungan buruh dan pekerja menuntut kenaikan UMK ini yang sangat tidak berkeadilan. Paling tidak naik minimal 5,1 persen sesuai pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang dilaporkan pemerintah daerah terkait," katanya.

Menurutnya, buruh sangat serius menuntut kenaikan upah tersebut yang menjadi hak mereka bagaimana diatur undang-undang terkait ketenagakerjaan dan asas keadilan sosial.

Maka dari itu, para buruh ini sudah mengajukan gugatan ke PTUN Palembang untuk membatalkan nilai upah minimum di lima kabupaten/kota yang direkomendasikan pemerintah setempat dan telah di-SK-kan pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur Sumsel.

"Pengajuan ke PTUN Palembang itu sudah sejak tiga bulan lalu, saat ini prosesnya pemeriksaan saksi, kami minta Gubernur untuk serius mengawalnya untuk keadilan bagi buruh," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: