Pantau Harimau di Muara Enim, Pemprov Sumsel Pasang 8 Kamera Trap

Antara ยท Minggu, 29 Desember 2019 - 15:56 WIB
Pantau Harimau di Muara Enim, Pemprov Sumsel Pasang 8 Kamera Trap
Petugas BKSDA Sumsel memasang kaera trap di beberapa lokasi untuk memantau pergerakan harimau. (Foto: Dok.iNews.id)

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan memasang delapan kamera dan box trap untuk memantau dan menanggulangi harimau Sumatera yang sudah meresahkan masyarakat di daerah itu.

Saat ini pemasangan box trap dan camera trap sudah hampir rampung dikerjakan yang diharapkan keberadaan harimau dapat diketahui.

“Ada 8 camera trap yang kita pasang dan 1 unit box trap di Semendo, besok hari Senin akan diadakan rapat koordinasi di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, dalam upaya penanganan konflik harimau dan manusia ini di daerah tersebut," kata Kepala Dinas Kehutan Sumsel, Panji Tjajanto, Minggu (29/12/2019).

Menurut dia, pemasangan camera trap itu untuk melihat pergerakan harimau yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan manusia sekarang ini.

"Itu sesuai instruksi pak gubernur. Tim Satgas juga terus berkoordinasi dengan masyarakat. Saat ini, antisipasi dan penanganan dilakukan titik-titik yang menjadi prioritas," ujar dia.

Bahkan, lanjutnya, antisipasi tersebut akan melibatkan beberapa LSM yakni FHK, WCS, ZSL. Dimana beberapa LSM tersebut akan memberikan bantuan camera trap sebanyak 55 unit.

"Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. Camera trap juga rencananya kita tambah yang merupakan bantuan LSM," tutur Panji.

Menurut dia, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun, hal itu masih dalam penyelidikan.

"Namun, bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga mengimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan," katanya.

Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru telah memberikan perhatian khusus terhadap keresahan masyarakat di kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muara Enim yang mengalami gangguan dari binatang buas, salah satunya harimau.

Bahkan Pemprov Sumsel sudah membentuk Satgas khusus yang terdiri atas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Prov Sumsel (UPTD KPH Semendo), dan berkoordinasi dengan Camat Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki