Mabes Polri: Penyerang Mapolres OKI Terkait dengan Aliran Tertentu

Irfan Maruf ยท Senin, 29 Juni 2020 - 11:22 WIB
Mabes Polri: Penyerang Mapolres OKI Terkait dengan Aliran Tertentu
Inda, pelaku penyerangan Mapolres Ogan Komering Ilir (Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pelaku penyerangan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), Indra Oktomi (35) diduga terlibat dengan aliran tertentu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pelaku Indra memahami suatu aliran tertentu. Hal itu yang diduga membuat Indra sempat berteriak hingga menantang anggota polri yang sedang piket malam.

"Laporan intelijen, yang bersangkutan juga memahami aliran tertentu sehingga yang sempat teriak menantang pihak kepolisian di sana," kata Argo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2020).

Argo melanjutkan, meski pelaku sudah tewas, polisi masih melakukan penyelidikan kasus penyerangan tersebut.

"Di sana penyidik sedang memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti," kata dia.

Seperti diketahui, Mapolres OKI oleh seseorang. Insiden penyerangan itu terjadi pada Minggu dini hari (28/6/2020) sekitar 02.30 WIB. Saat itu, Mapolres OKI dalam kondisi seperti biasa. Tiba-tiba saja ada mobil Honda Mobilio warna putih nopol BG 1088 KD yang dikendarai pelaku menabrak pagar Mapolres OKI.

Mobil yang dikendarai pelaku saat serang Mapolres OKI (Istimewa)
Mobil yang dikendarai pelaku saat serang Mapolres OKI (Istimewa)

Usai menabrak, pelaku langsung tancap gas menuju parkiran belakang Mapolres OKI. Sesampainya di parkiran belakang, pelaku teriak-teriak memanggil dan menantang polisi.

Melihat pelaku, beberapa anggota melakukan pengadangan salah satunya Aipda M Nur. Perkelahian tak dapat dihindarkan. Sayangnya, pelaku berhasil menusuk tangan Aipda Nur. Tak berhenti di situ saja, pelaku kemudian mengejar anggota jaga lainnya.

Pelaku berhasil dilumpuhkan setelah petugas melakukan penembakan ke arah kaki. Hal ini dilakukan karena pelaku tak mengindahkan tembakan peringatan dari anggota.

Pelaku kemudian dilarikan ke RSUD Kayu Agung untuk dilakukan pengobatan. Namun saat di rumah sakit, pelaku dinyatakan meninggal dunia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto