Jembatan Putus akibat Banjir, Warga OKU Selatan Kesulitan Jual Hasil Bumi

Teddy Hendrawan ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 15:23 WIB
Jembatan Putus akibat Banjir, Warga OKU Selatan Kesulitan Jual Hasil Bumi
Ilustrasi Jembatan Putus (Antara)

OKUSELATAN, iNews.id - Warga Negeri Agung, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluhkan belum ada perbaikan jembatan gantung. Pasalnya, warga desa setempat kesulitan menjual hasil bumi desanya.

Salah satu warga bernama Afri mengatakan, jembatan gantung sepanjang 145 meter itu sudah putus sejak lama. Jembatan itu putus akibat banjir bandang serta terjangan air Sungai Saka dua pekan lalu. Bahkan banjir itu merendam delapan kecamatan.

“Akibat jembatan itu, kami kesulitan mengeluarkan hasil bumi dari desa,” kata Afri, Jumat (19/6/2020).

Afri menambahkan, hasil bumi yang dimaksud yakni karet, lada, kopi dan pisang. Jembatan gantung itu merupakan akses satu-satunya untuk ke luar desa. Bahkan hampir 90 persen masyarakat desa memanfaatkan jembatan gantung itu untuk mengirim hasil buminya.

“Saat ini warga terpaksa bertaruh nyawa dengan menumpang perahu dan rakit bambu. Terlebih air Sungai Saka sedang deras,” kata dia.

Afri juga mengeluhkan, untuk bisa menyeberang, dia dan petani lainnya harus merogoh kocek lagi. Alhasil, hasil dari jualannya berkurang untuk naik perahu.

Dia berharap agar pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang putus. Sehingga warga bisa melintas dan menjual hasil buminya ke luar tanpa dikenakan ongkos menyeberang.

Sementara itu, Kepala Desa Negeri Agung Sukirno mengatakan, putusnya jembatan itu sudah dilaporkan. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari Pemkab OKU Selatan.

“Kami sudah melapor berkali-kali ke bupati dan jajarannya terkait putusnya jembatan itu. Tapi belum direspons. Padahal jembatan ini sangat penting bagi warga,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto