Duh, Sejak Covid-19 Gepeng dan Anak Jalanan di Palembang Semakin Banyak

Antara ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 14:54 WIB
Duh, Sejak Covid-19 Gepeng dan Anak Jalanan di Palembang Semakin Banyak
Ilustrasi pengemis (Okezone)

PALEMBANG, iNews.id - Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) semakin menjamur sejak pandemi Covid-19. Kebanyakan gepeng itu beroperasi di sejumlah lampu merah di Kota Palembang.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda membenarkan jika gelandangan dan pengemis yang melibatkan anak di bawah umur marak di sejumlah lampu merah Kota Palembang.

“Mereka ini berharap belas kasihan dari pengguna jalan, tapi yang mengundang kecurigaan kami, kenapa semakin banyak terutama sejak adanya Covid-19,” kata Fitrianti, Selasa (30/6/2020).

Fitrianti menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang segera mengambil tindakan tegas terkait menjamurnya anak jalanan dan pengemis di kota itu sejak beberapa bulan terakhir.

Dia mencurigai ada oknum yang mengkoordinir kegiatan dari gelandangan dan pengemis itu. Jika benar ini terjadi, pemkot akan mengambil tindakan tegas dengan melibatkan aparat penegak hukum.

“Segera, saya akan koordinasi dengan banyak pihak diantaranya KPAI untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak ada eksploitasi anak. Bisa jadi akan dilakukan penyelidikan khusus,” kata dia.

Fitrianti juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi banyaknya pengemis yang dilakukan oleh anak-anak ini. Dia meminta agar warga tidak memberikan uang kepada pengemis.

Larangan itu diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang tahun 2013 yang melarang keras bagi siapapun untuk memberikan uang kepada para pengemis terutama di jalanan.

Dalam aturan tersebut, para pemberi uang kepada pengemis akan dikenakan hukuman berupa denda Rp50 juta atau kurungan selama tiga bulan penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto