Curah Hujan Meningkat 70 Persen, BMKG Berikan Penjelasan
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memberikan penjelasan terkait cuaca ekstrim seperti peningkatan curah hujan hingga 70 persen yang kerap melanda. Cuaca ekstrem yang sering terjadi dipicu pemanasan global.
Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Senin (21/3/2022). "Cuaca ekstrem dan dinamisnya perubahan iklim beberapa waktu terakhir disebabkan karena adanya pemanasan global," ujar Dwikorita Karnawati.
Ia menyebutkan posisi Indonesia yang letak geografisnya ada di antara samudera Pasifik dan Hindia, dan benua Asia dan Australia ditambah ada di garis khatulistiwa menyebabkan fenomena iklim dan cuaca di Indonesia sangat dinamis.
"Cuaca di Indonesia sangat dipengaruhi cuaca global yaitu kehadiran faktor El Nino dan La Nina (Samudera Pasifik), kemudian Dipolmode di Samudera Hindia, suhu permukaan laut Indonesia yang luasnya 60 persen wilayah Indonesia, dan dipengaruhi monsun atau angin yang bertiup dari dua benua sisi Utara dan Selatan," jelas Dwikorita Karnawati.
Ia mengungkapkan iklim di Indonesia amat bervariasi dan kompleks dibandingkan negara-negara lainnya yang posisi geografisnya ada di dalam daratan benua besar.
"Hal ini berdampak pada kemarau panjang di 2015 dan 2016, serta La Nina 2020 dan 2021 yang menyebabkan peningkatan curah hujan 70 persen setiap bulannya," ungkap Dwikorita.
Editor: Berli Zulkanedi