Curah Hujan Meningkat 70 Persen, BMKG Berikan Penjelasan
Hal itu diperparah dengan efek gas rumah kaca dan pemanasan global. Akibat dari gas rumah kaca yang berperan menghalangi pantulan cahaya matahari kembali ke angkasa dan kembali ke Bumi sehingga memanaskan bumi.
"Gas rumah kaca berasal dari CO2 (karbon dioksida) energi fosil atau minyak bumi yang banyak digunakan dalam transportasi dan industri. Serta penebangan hutan yang masih sehingga asimilasi oksigen dan CO2 terhambat, serta aktifitas pertanian," tutur Dwikorita Karnawati.
Ia memberikan contoh dari analisis Stasiun GAW Bukit Kototabang di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yang sebelumnya tidak tercemar ada peningkatan pencemaran.
"Terdeteksi dari CO2 di lokasi tidak tercemar ternyata sudah mengalami peningkatan dari 372 PPM menjadi lebih dari 410 PPM di 2021. Di 2015 dan 2016 peningkatan juga terjadi lompatan karena maraknya kebakaran hutan," pungkas Dwikorita Karnawati.
Editor: Berli Zulkanedi