Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan dugaan peredaran narkoba dikendalikan dari lapas. (Foto: Dede F)
Dede Febriansyah

PALEMBANG, iNews.id - Kanwil Kemenkumham Sumsel bentuk tim pemeriksa terkait narapidana di Lapas Merah Mata Klas I Palembang mengendalikan narkoba. Kepala Divisi Pemasyarakatan Bambang Haryanto mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan Polda Sumsel untuk memutus rantai peredaran narkoba.

Pernyataan ini terkait ungkap kasus narkoba di Polda Sumsel yang mengendus satu narapidana berinisial A di Lapas Merah Mata Palembang mengendalikan jaringan narkoba.

Bambang Haryanto mengatakan sampai saat ini belum ada permintaan pemeriksaan dari Polda Sumsel kepada pihak Lapas.

"Jika benar ada keterlibatan WBP, maka Kemenkumham Sumsel akan siap bersinergi dengan Polda dalam pencegahan peredaran narkotika di Lapas dan Rutan," ujar Bambang, Selasa (15/3/2022).

Menurutnya, pihak Kanwil Kemenkumham Sumsel telah membentuk tim pemeriksa, untuk memeriksa WBP dan petugas terkait dugaan kasus tersebut.

"Ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, terlebih pada Tahun 2021 lalu Kanwil Kemenkumham Sumsel telah memindahkan 30 narapidana kasus narkoba  ke Lapas Nusakambangan," katanya.

Sebelumnya, Diirektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel mengungkap tujuh kasus narkoba menonjol dengan barang bukti sabu seberat 12 kilogram lebih, 33 kg ganja kering, serta 1.810 butir pil ekstasi.

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, terdapat kasus narkoba yang dikendalikan salah satu narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Merah Mata Kelas I Palembang berinisial AN.

"Ada dua kasus besar yang kita ungkap, yakni kasus dengan barang bukti ganja seberat 33 kg dan sabu seberat 10 kg yang dikendalikan narapidana di Lapas Kelas I Merah Mata Palembang bernama Anton," ujar Rudi, Selasa (15/3/2022).

Dalam dua pekan terakhir, lanjut Rudi, anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel terus bekerja keras untuk memastikan Sumsel aman dari peredaran narkoba, dan hasilnya tujuh kasus narkoba yang menonjol berhasil di ungkap.

Diungkapkan Rudi, dari tujuh kasus menonjol terdapat kasus dengan barang bukti yang cukup besar, yakni 10 kg sabu dengan mengamankan tersangka Aidil Fitri dan Yadit Hariyono, Jumat (11/3/2022) di Jalan Letjen Harun Sohar, Kecamatan Sukarami Palembang, tepatnya di halaman parkir penginapan Al-Mukaromah.

Sedangkan satunya lagi, kata Rudi, anggotanya berhasil mengungkap kasus narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 33 kg dan mengamankan tersangka Eed Sumadi di terminal Alang-alang Lebar, Kecamatan Sukarami Palembang, Senin (7/3/2022) lalu.

"Sama seperti pengungkapan kasus sabu, kita mengamankan pelaku berkat adanya informasi dari masyarakat bahwa akan adanya pengiriman ganja dari Medan ke Palembang menggunakan jalur darat dengan menggunakan mobil Innova," katanya.

Sedangkan untuk dua minggu terakhir, pihaknya mengungkap 16 laporan polisi dengan mengamankan 21 tersangka, serta barang bukti ganja sebanyak 43 kg, sabu sebanyak 12 kg dan ekstasi sebanyak 1.810 butir.

Sedangkan untuk jumlah tersangka yang diamankan secara total dari jajaran Polda, Polrestabes dan Polres jajaran yakni sebanyak 114 tersangka. "Untuk barang bukti secara total sabu sebanyak 14,8 Kg, ganja sebanyak 44,3 Kg dan ekstasi sebanyak 2.501 butir ekstasi," katanya. 


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT