Warga Palembang Keluhkan Tagihan Air Melonjak, Begini Kata PDAM Tirta Musi

Sindonews, Berli Zulkanedy ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 15:02 WIB
Warga Palembang Keluhkan Tagihan Air Melonjak, Begini Kata PDAM Tirta Musi
Ilustrasi PDAM. (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dikagetkan dengan membengkaknya tagihan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang. Pembengkakkan ini terjadi setelah PDAM Tirta Musi menggratiskan tagihan masyarakat akibat Covid-19.

Menjawab keresahan masyarakan, Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya Adani membantah jika pihaknya main tembak dalam pencatatan pemakaian air yang mengakibatkan tagihan membengkak. Apalagi penghitungan meteran sudah menerapkan sistem digital.

Untuk mengatasi masalah ini, PDAM Tirta Musi tetap menyiapkan solusi yang salah satunya pembayaran tagihan air bersih terhitung Juli 2020 dengan cara mencicil.

Andi menegaskan, pihaknya tidak ingin membuat pelanggan dirugikan atau dibebankan. Apalagi sampai terkesan asal tembak meteran. Sebab, sudah dilakukan digitalisasi penghitungan meteran.

“Kami juga diawasi oleh BPKP, BPK, konsultan akuntan publik bahkan dikroscek ombudsman. Selama pandemi dua bulan lalu kita tidak baca meteran untuk meminimalisir petugas kita terpapar covid. Sebab, satu petugas pembaca meteran itu minimal mengecek 3.000 rumah,” kata Andi, (3/7/2020).

Andi menawarkan dua solusi bagi pelanggannya. Pertama, menawarkan konsultasi pengecekan guna penyesuaian meteran bila terjadi pembengkakan biaya. Kedua, bila pelanggan merasa keberatan akan diberikan solusi pembayaran secara dicicil maksimal lima kali.

“Kita terbuka, jika memang ada ledakan kita tawarkan konsultasi. Bila masih keberatan dengan tagihan pemakaian opsinya bisa dicicil. Silakan ke unit pelayanan PDAM terdekat,” kata Andi.

Andi melanjutkan, selama April dan Mei terjadi lonjakan penggunaan air bersih sehingga pada Juli ini mengalami kenaikan tagihan.

Berdasarkan data, untuk pelanggan 2a yakni rumah tangga sederhana dengan jumlah pelanggan 102.987 rumah dengan kubikasi 2.547.246 pada bulan April.

"Pada bulan Mei jumlah pelanggan 103.035 rumah dengan kubikasi 2.543.156. Pada Juni, jumlah pelanggan 103.091 kubikasi 2.578.424," kata dia.

Sementara untuk pelanggan 2b untuk rumah tangga pada April jumlah pelanggan 144.963 kubikasi 3.933.852. Bulan Mei 145.455 kubikasi 3.924.772. Pada Juni jumlah pelanggan 146.078 kubikasi 3.968.833

“Juni kita sudah mulai pembacaan meter lagi. Tapi tagihan di Juli yang membengkak itu terhitung pada pemakaian bulan April dan Mei,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto