Ekonomi Sulit, Warga Palembang Minta PDAM Perpanjang Keringanan Tagihan

Antara ยท Senin, 29 Juni 2020 - 08:15 WIB
Ekonomi Sulit, Warga Palembang Minta PDAM Perpanjang Keringanan Tagihan
Ilustrasi PDAM. (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) meminta kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi memperpanjang keringanan pembayaran tagihan rekening pemakaian air bersih. Permintaan ini dilakukan karena banyak warga yang masih mengalami kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19.

"Manajemen PDAM Tirta Musi Palembang seharusnya masih menerapkan keringanan tagihan rekening pemakaian air bersih paling tidak untuk Juli 2020," kata warga yang juga pembina Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumsel, Rizal Afrizal, Senin (29/6/2020).

Melihat kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19 belum pulih, kata dia, pihaknya menyarankan agar PDAM Tirta Musi juga melakukan masa peralihan dengan memperpanjang keringanan penagihan sebelum kembali melakukan penagihan.

"Melalui perpanjangan keringanan dan pembebasan pembayaran tagihan rekening pemakaian air bersih itu, diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat menghadapi kondisi sulit dampak Wabash virus corona," kata dia.

Untuk diketahui, PDAM Tirta Musi Palembang akan menghentikan program pemberian bebas pembayaran tagihan. Artinya, pada bulan Juli seluruh pelanggan harus kembali membayar tagihan air sesuai pemakaian.

“Pemberian keringanan berupa pembebasan tagihan rekening air bulan Mei dan Juni 2020 kepada masyarakat berakhir,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang Andi Wijaya Adani.

Pemberian gratis tagihan dilakukan saat pandemi Covid-19. Program itu dikhususkan untuk pelanggan yang berhak dan terdampak.

“Dengan demikian pembayaran tagihan untuk bulan Juli dan seterusnya akan sesuai dengan hasil baca kubikasi pemakaian air,” katanya.

Seluruh pelanggan diimbau agar dapat lebih bijak dalam penggunaan air, terutama dalam pencegahan penularan virus Covid-19.

"Sehingga tagihan pemakaian air tidak meningkat," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto