Tega, Bapak di Lubuklinggau Perkosa Anak Tiri hingga Hamil 6 Bulan

Amri Wijaya ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 12:30 WIB
Tega, Bapak di Lubuklinggau Perkosa Anak Tiri hingga Hamil 6 Bulan
Miswanto, ayah yang tega perkosa anak tirinya di Lubuklinggau (Amri Wijaya/iNews)

LUBUKLINGGAU, iNews.id - Entah apa yang merasuki Miswanto (51). Warga Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) ini tega memperkosa anak tirinya hingga hamil enam bulan.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa mengatakan, pelaku Miswanto ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil pemeriksaan, kata Mustofa, pelaku mengaku khilaf sudah memperkosa anak tirinya.

"Saya khilaf pak," kata pelaku di hadapan polisi.

Pelaku, kata Mustofa, mengakui telah menyetubuhi anak tirinya sebanyak 10 kali. Pemerkosaan itu berawal ketika dia melihat anak tirinya kerap tidur sambil menonton televisi. Melihat paha anak tirinya membuat nafsu syahwatnya naik.

Mustofa melanjutkan, pelaku Miswanto kemudian mencoba membujuk anak tirinya agar mau menuruti nafsunya.

"Awalnya dia tidak mau, setelah dibujuk akhirnya dia mau," kata pelaku.

Pelaku mengakui jika aksi itu dilakukan di rumah saat sedang menonton TV dan ibu korban tidak ada di rumah. Padahal, selama ini ibu kandung korban sudah melayani dirinya, namun karena korban masih muda sehingga dia lebih tertarik.

"Ketahuannya setelah korban hamil enam bulan," kata dia.

Mustofa melanjutkan kasus ini menurutnya menjadi antensi bagi Polres Lubuklinggau. Terlebih rata-rata kasus pencabulan di Kota Lubuklinggau ini dalam sebulan bisa lima sampai enam kasus.

Dia untuk para orang tua menjaga putra dan putrinya, karena kasus pencabulan bisa dilakukan oleh anak dibawa umur sebagai korban maupun sebagai pelaku.

"Mari kita jaga kembali putra-putri kita, kalau mereka tidak pulang tolong dicari," kata dia.

Mustofa bahkan akan berkoordinasi dengan pengadilan agar memberikan hukuman maksimal bagi pelaku pencabulan.

“Kami akan berkoordinasi dengan JPU agar memberikan hukuman maksimal, karena kasus ini membuat anak-anak rusak masa depannya, dan trauma,” kata Mustofa.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto