Simpan Senpi Rakitan, 2 Pengedar Sabu di Lubuklinggau Ditangkap Polisi

Nur Ichsan ยท Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:31 WIB
Simpan Senpi Rakitan, 2 Pengedar Sabu di Lubuklinggau Ditangkap Polisi
Senjata api rakitan yang diamankan polisi (Firdaus/iNews)

LUBUKLINGGAU, iNews.id - Jajaran Satres Narkoba Polres Lubuklinggau menangkap pengedar narkoba jenis sabu. Ngerinya, pelaku yang diketahui bernama Indra Kusuma (32) ini ternyata menyimpan senjata api rakitan (rakitan).

Kasat Res Narkoba Polres Lubukulinggau Iptu Sofian Hadi mengatakan, pelaku tercatat sebagai warga Mesat Nei, Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Selain menangkap Indra, kata Sofian, polisi juga menangkap Rio Irawan alias Rio (24) warga Waringin , Kelurahan Jogo Boyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Penangkapan kedua pelaku, lanjut Sofian berawal ketika polisi mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penggunakan narkoba di wilayah Lubuklinggau. Berbekal dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan ternyata benar ada penyalahgunaan narkoba.

"Kami melakukan penggerebekan dan penggeledahan terhadap Rio. Hasilnya, ditemukan dua bungkus klip berisikan sabu dengan berat 0.40 gram yang disimpan di dalam kotak rokok," kata Sofian, Selasa (18/8/2020).

Sofian menambahkan, dari hasil pengakuan, ternyata narkoba itu milik Indra yang dititipkan ke Rio. Tak lama, polisi melakukan penggeledahan terhadap Indra.

"Hasilnya, kami temukan senpi rakitan jenis revolver satu silinder yang berisi peluru kaliber 5,56 mili meter. Senpi itu disimpan di pinggang kiri Indra," katanya.

Kedua pelaku mengku hika narkoba itu didapat dari pelaku berinisial KF warga Kabupaten Muratara.

"Kami akan lakukan pengembangan untuk menangkap KF," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 1 ayat (1) UU No. 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto