Parni, Kakek Asal Palembang yang Buta, Lumpuh dan Ingin Disuntik Mati

Sindonews, Erwin Setiawan ยท Senin, 18 Mei 2020 - 15:19 WIB
Parni, Kakek Asal Palembang yang Buta, Lumpuh dan Ingin Disuntik Mati
Parni (70), seorang kakek di Kota Palembang, Sumatera Selatan yang buta dan lumpuh (Erwin Setiawan/Sindonews)

PALEMBANG, iNews.id - Kisah pilu dialami oleh Parni (70), seorang kakek di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Bukan tanpa alasan, kehidupan kakek Parni sungguh memprihatinkan.

Dia hidup di bawah garis kemiskinan ditambah kondisi matanya buta. Tak hanya itu, dia juga mengalami kelumpuhan serta ditinggal sanak keluarganya di gubuk berukuran 2x3 meter.

Akibat kelumpuhan dan kebutannya, kakek Parni harus berdiam diri di pembaringan gubugnya. Untuk makan sehari-hari dia dapatkan dari bantuan dan belas kasihan para tetangga sekitar.

Kisah pilu kakek Parni akhirnya sampai ke telinga Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda. Mendapat laporan ada warga dengan kondisi memprihatinkan, Fitrianti langsung mengunjungi sang kakek di gubuknya di Jalan Abi Kusno Cokro Suyoso, Lorong Paiman, Kecamatan Kertapati Palembang.

Fitrianti dan tim membawa sang kakek ke Rumah Sakit Umum Daerah Bari dan kemudian dibawa ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan.

Sayangnya, kakek Parni menolak. Dia seperti tak ingin hidup lagi. Sempat terdengar kalimat dari mulutnya jika dia ingin disuntik mati.

Beruntung, setelah dipaksa oleh beberapa tim, si kakek akhirnya dievakuasi. Tim medis sempat mengalami kesulitan saat hendak membawa kakek Parni karena dia menolak.

Bahkan tim harus menggendong paksa kakek Parni untuk bisa dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, Fitrianti memastikan sang kakek akan dirawat dengan baik.

“Saya pastikan jaminan kesehatan seluruh warga Palembang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Palembang,” kata Fitrianti.

Fitrianti juga meminta kepada camat, lurah maupun RT setempat untuk segera melaporkan.

“Lapor jika warganya mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan dan butuhkan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang,” katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto