Korupsi Sewa Gerai ATM, Pegawai Bank di Palembang Ini Didakwa Pasal TPPU usai Beli Barang Mewah

Dede Febriansyah ยท Selasa, 05 Juli 2022 - 08:13:00 WIB
Korupsi Sewa Gerai ATM, Pegawai Bank di Palembang Ini Didakwa Pasal TPPU usai Beli Barang Mewah
Oknum pegawai bank di Palembang didakwa TPPU. (Foto: Ilustrasi/ist)

PALEMBANG, iNews.id - Pegawai bank di Palembang, Dedy Chandra yang terjerat perkara sewa tempat gerai ATM, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang. Dedy didakwa dengan pasal tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mangapul Manalu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel dalam dakwaannya menilai, bahwa perbuatan terdakwa dari bulan Desember 2019 hingga Januari 2021 dengan sengaja telah memalsukan buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk pemeriksaan admnistrasi kegiatan sewa gerai ATM Bank BNI cabang Palembang, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp8.984.600.000.

Beberapa perbuatan terdakwa Dedy Chandra yang dapat dipandang sebagai perbuatan berlanjut secara melawan hukum melakukan perbuatan sewa tempat/ruangan gerai ATM BNI, dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan Pedoman Perusahaan organisasi BNI kantor cabang dan sentra dengan nomor Instruksi : IN/487/REN/001, tanggal 18 September 2018. Dan Pedoman Perusahaan Pengelolaan Tanah dan Bangunan dengan nomor Instruksi : IN/314/PFA/001, tanggal 25 Mei 2015, pekerjaan secara Standar Operasional Pekerjaan (SOP) secara teknis (pekerjaan yang sesuai pelaksanaan). 

"Atas perbuatan terdakwa, mengakibatkan kerugian keuangan Negara Berdasarkan Laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan terhadap Surat Perintah Tugas Nomor : ST-23/PWO07/5/2019 tanggal 17 Januari 2022 dengan kerugian Negara sebesar Rp. 8.984.600.000,- (Delapan milyar sembilan ratus delapan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah)," ujar JPU saat membacakan dakwaan, Senin (5/7/2022).

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: