Kisah Rully, Istri Siri Oknum Polisi di Musi Rawas yang Berjuang Demi Legalitas Anak 

Era Neizma Wedya · Senin, 12 September 2022 - 10:20:00 WIB
Kisah Rully, Istri Siri Oknum Polisi di Musi Rawas yang Berjuang Demi Legalitas Anak 
Ilustrasi nikah siri antara perempuan asal Sidoarjo dengan oknum polisi hingga punya anak. (Foto: Garakta Studio)

MUSI RAWAS, iNews.id - Masih ingat video viral seorang perempuan asal Sidoarjo, Rully Afriliyanti menuntut pertanggungjawaban DN, oknum polisi di Polres Musi Rawas? Kini perempuan cantik itu masih berjuang agar oknum tersebut bertanggungjawab dan anaknya yang lahir secara prematur dapat memiliki akta kelahiran. 

Rully mengaku semua upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan keadilan. Termasuk keinginan Rully agar oknum tersebut dapat dikenakan sanksi kode etik atas perbuatannya.

“Memang anak saya merupakan hasil dari nikah siri dengan oknum polisi yang bertugas di Polres Musi Rawas tersebut, dan saya menuntut agar anak saya memiliki akta kelahiran sesuai hukum, nafkah dan kode etik untuk Dedi (DN),” ujar Rully, Minggu (11/9/2022).

Terlebih lagi Rully mengatakan pernikahan itu terjadi karena bujuk rayu DN. Dengan alasan, bintara senior itu akan mengajukan cerai terhadap istri lamanya. Bahkan, permohonan cerai itu juga diperlihatkan kepada perempuan asal Sidoarjo tersebut. Akhirnya, mereka pun resmi menikah siri 14 Agustus 2021.

“Saya awalnya berkenalan melalui sosial media Tik-Tok. Karena saya tahu dia sudah menikah, saya jauhin. Tapi, dia malah terus mengejar saya. Bilangnya mau cerai. Nah, ketika itu kami lanjut kembali komunikasi. Bahkan sampai nikah siri,” kata Rully.

Bahkan, oknum polisi itu berjanji akan menikah Rully secara sah. Tapi, itu hanya sekedar janji. Tiba-tiba tanpa sebab, pria itu menghilang. Belakangan, surat pengajuan cerai itu diketahui oleh istri sahnya. Surat itu pun dirobek.

Sebelum melahirkan, Rully sudah melaporkan DN ke satuannya. Termasuk, ke Mabes Polri. Namun sayang, pria hidung belang itu hanya dikenakan disiplin oleh Polres Musi Rawas. Hasil dari sidang disiplin itu, DN hanya dihukum penjara selama 21 hari dan juga penundaan kenaikan pangkat.

“Saya hanya menuntut keadilan demi putri kami. Saya mau di akta kelahiran putri saya ada nama Dedi Nazaruddin selaku ayah kandungnya, namun sampai hari ini tidak ada pengakuan,” ujar Rully.

Bahkan menurut Rully, DN sekarang lebih memilih diam membisu karena mendapat ancaman dari istrinya berinisial DMU. Istri DN saat ini bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Ancaman yang diberikan itu adalah akan melaporkan DN jika masih mengurusi dan berkomunikasi dengan Rully. Termasuk dengan anak yang baru dilahirkan itu. Karena tindakannya yang tidak mau tahu itu, akhirnya Rully terus mendesak pihak kepolisian.

Akhirnya, dia mempertanyakan kebijakan yang dikeluarkan oleh satuan baju coklat itu. Rully sempat membandingkan keputusan yang dikeluarkan oleh Polresta Samarinda, Kaltim. Di sana, juga terdapat kasus serupa dengan dirinya. Hal itu berujung pada sidang kode etik, karena tindakan yang dilakukan itu dinilai sangat melanggar kode etik polri.

“Apa sih sepesialnya seorang Dedi itu? Bahkan, saat saya komunikasi dengan Kepala Polisi Musi Rawas, dengan enteng ia hanya menjawab, itu merupakan ranah pribadi. Seolah, ia mau lepas tangan dengan hal ini. Apa aturan kepolisian setiap daerah berbeda ya?” katanya.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsSumsel di Google News

Bagikan Artikel: