Ini Tampang Guru Olahraga Pemerkosa Siswi Cantik di Muara Enim 

Dede Febriansyah · Selasa, 12 Juli 2022 - 15:11:00 WIB
Ini Tampang Guru Olahraga Pemerkosa Siswi Cantik di Muara Enim 
Oknum guru olahraga di Muara Enim menjadi terpidana kasus pemerkosaan terjadap siswi. (Foto: Ist)

MUARAENIM, iNews.id - Kejari Muara Enim bersama Unit Reskrim Polsek Gelumbang menangkap, Ahmad Lukita (33) guru olahraga terpidana kasus pemerkosaan terhadap siswi berinisial SH (15). Ahmad Lukita ditangkap setelah sekitar enam bulan masuk DPO. 

Dalam pelariannya, Ahmad Lukita kabur ke Bengkulu dan bekerja sebagai penyadap karet. Namun pada saat hari raya Idul Adha 1443 Hijriah, Ahmad Lukita tidak kuat menahan rindu suasana lebaran bersama keluarga, sehingga pulang ke rumah di Muara Enim. 

"Kami mendapat informasi terpidana pulang ke rumahnya untuk lebaran bersama keluarganya. Ketika diselidiki ternyata benar dan langsung dilakukan penangkapan," ucap Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Muara Enim, Alex Akbar, Selasa (12/7/2022).

Alex menerangkan, bahwa terpidana Ahmad Lukita sebelumnya telah didakwa melanggar pasal 81 ayat (3) UU No 17 Tahun 2016 Tentang perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan dengan tuntutan selama 13 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta dan subsider 3 bulan kurungan.

"Sebelumnya terpidana telah melakukan pemerkosaan terhadap SH (15) yang merupakan siswinya," katanya. 

Selama menjalani proses hukum, lanjut Alex, terpidana ditahan dari tanggal 26 November 2020 sampai tanggal 2 Maret 2021. Karena pada tanggal 2 Maret 2021, PN Muara Enim memutuskan terpidana bebas tidak terbukti bersalah. 

"Atas hal tersebut, Kejari Muara Enim langsung menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 10 Maret 2021," katanya.

Selanjutnya tanggal 21 Desember 2021 putusan Kasasi keluar yang menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memaksa anak melakukan persetubuhan yang dilakukan tenaga pendidik dan dijatuhkan pidana selama 5  tahun dan denda sebesar Rp60 juta serta subsider 1 bulan kurungan.

"Kemudian menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terpidana dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," katanya.

Setelah menerima petikan putusan MA pada tanggal 24 Januari 2022, sambung Alex, Kejari Muara Enim langsung melakukan pemanggilan secara patut sebanyak tiga kali terhadap terpidana Ahmad Lukita, namun ternyata tidak koperatif.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: