Ekspor Pertanian Sumsel Terus Membaik di Tengah Pandemi

Antara · Senin, 24 Mei 2021 - 17:36:00 WIB
Ekspor Pertanian Sumsel Terus Membaik di Tengah Pandemi
Ekspor Sumsel membaik. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Pabrik tersebut juga mengolah sabut kelapa menjadi serat (coco fiber) dan serbuk (coco peat) yang bernilai tambah untuk pasar ekspor dengan negara tujuan China, Jepang dan sebagian negara di Eropa. Harga pokok produksi coco fiber senilai Rp1.900 dan coco peat senilai Rp1.100/Kg di tingkat petani. Sementara untuk harga ekspor masing-masing senilai Rp3.000 dan Rp2.000/Kg. “Kami harap pada 2021 ini sudah benar-benar ekspor,” kata dia.

Sumsel memiliki kebun kelapa seluas 65.242 hektare dengan produksi mencapai 57.570 ton kopra atau setara 230,28 juta butir kelapa per tahun.

Sektor perkebunan kelapa ini diharapkan sudah memanfaatkan sabut dan memproduksi cocofiber dan coco peat pada tahun 2021. Dengan potensi ekspor sabut 50 persen saja, maka dapat meraup devisi senilai Rp71,96 miliar.

Selain itu, Pemprov Sumsel juga mendorong pelaku perhutanan untuk menghasilkan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti madu, rotan, minyak kayu putih, kopi.

Editor : Berli Zulkanedi

Bagikan Artikel: