Dibegal saat Berangkat Kerja, Ibu Hamil di Palembang Jalan Kaki Cari Pertolongan

Sindonews.com, Berli Zulkanedy ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 14:22 WIB
Dibegal saat Berangkat Kerja, Ibu Hamil di Palembang Jalan Kaki Cari Pertolongan
Wahidjudin korban begal melaporkan insiden pembegalan yang dialaminya (Berli Zulkanedy/Sindonews)

PALEMBANG, iNews.id - Nasib pilu dialami pasangan suami istri (pasutri) asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Pasutri bernama Wahidjudin (34) dan Eva Susanti (32) ini menjadi korban begal dan kehilangan sepeda motornya. Alhasil Wahid dan istrinya yang tengah hamil 7 bulan itu berjalan kaki untuk meminta pertolongan.

Tak terima menjadi korban begal, Wahid akhirnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Di hadapan polisi, dia bercerita kronologi pembagalan yang dialaminya.

Insiden itu terjadi pada Senin (6/7/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, warga Jalan KH Wahib Hasyim Kelurahan 5 Ulu, Seberang Ulu I Palembang pergi kerja ke daerah Indralaya, Ogan Ilir.

Saat melintas di kawasan pabrik sawit di Ogan Ilir keduanya dikejar dua sepeda motor yang masing-masing ditumpangi tiga orang salah satunya memegan senjata api rakitan.

"Di tengah perjalanan kami diikuti oleh tiga motor yang berboncengan. Sampai di lokasi kami dikejar oleh enam pelaku dengan mengancam menggunakan senjata api pak," kata Wahid saat melapor, Rabu (8/7/2020).

Merasa terancam, Wahid dan istrinya yang mengendarai Yamaha Aerox Nws sempat memacu sepeda motornya untuk menyelamatkan diri.

Namun, Wahid terhenti setelah mendengar letusan senjata api. Keduanya jatuh karena terpaksa mengerem mendadak saat mendengar suara senjata api.

"Motor aku terjatuh mendengar suara tembakan, membuat kami berdua pasrah harta benda kami diambil," kata dia.

Wahid saat itu dalam kondisi ketakutan dan pasrah, dia terpaksa menyerahkan sepeda motor, laptop, dua ponsel kepada pelaku.

"Kami diancam pelaku. Kamu diam jangan banyak cerito kami cuman ngambek motor kalau kamu dak galak kami tembak," kata korban menirukan ucapan pelaku.

Setelah pelaku pergi, Wahid dan istrinya berjalan kaki untuk mencaro pertolongan. Beruntung, keduanya diantar mobil bus Bengkulu ke Polsek Kertapati.

"Kondisi istri merasakan sakit perutnya karena hamil 7 bulan. Saat ini istri saya dirawat di RS Umum Palembang," lanjutnya.

Sementara itu, Pamit III SPKT Polda Sumsel AKP Aidil membenarkan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang menjadi korban begal.

"Kami bersama Polres Ogan Ilir telah melakukan olah TKP. Sementara korban kehilangan sepeda motor, laptop dan dua buah ponsel," kata Aidil.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto