Cemburu Buta, Pria di Prabumulih Tusuk Mantan Suami Istrinya hingga Tewas

Berrie Brima ยท Senin, 14 September 2020 - 18:26:00 WIB
Cemburu Buta, Pria di Prabumulih Tusuk Mantan Suami Istrinya hingga Tewas
Harun Roni, pembunuh mantan suami dari istrinya di Prabumulih (Berrie Brima/iNews)

PRABUMULIH, iNews.id - Masih ingat kasus seorang pria berlumuran darah yang badannya bersandar di salah satu warung di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel)? Pria itu ternyata korban penusukan yang dilakukan oleh suami dari mantan istrinya.

Korban ditusuk oleh Harun Roni (30) warga Jalan Kutilang, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih. Alasannya, pelaku cemburu dengan korban.

Dari video amatir berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial, terlihat korban bersimbah darah sedang menyender di warung. Di sebelahnya terlihat mantan istrinya.

Korban usai ditusuk dan menyender di warung (Berrie Brima/iNews)
Korban usai ditusuk dan menyender di warung (Berrie Brima/iNews)

"Pelaku ditangkap sembilan jam pasca kejadian di Kabupaten Ogan Ilir," kata Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya, Senin (4/9/2020).

I Wayan mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui penusukan itu terjadi pada Sabtu malam (12/9/2020) di Jalan Sepatu, Sukaraja, Prabumulih Selatan.

"Pelaku yang membawa pisau mengejar korban yang sudah terluka akibat ditusuk saat menunggu mantan istrinya menagih utang. Korban diduga tewas kehabisan darah saat berada di warung milik warga, " kata dia.

Korban penusukan karena pelaku cemburu dengan mantan suami (Berrie Brima/iNews)
Korban penusukan karena pelaku cemburu dengan mantan suami (Berrie Brima/iNews)

Sementara itu, pelaku mengaku sudah menyiapkan pisau untuk menusuk korban. Pemmbunuhan ini dilatar belakangi cemburu. Pelaku merasa cemburu terhadap korban karena sering berjalan bersama istrinya.

"Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku melalui pesan singkat mengancam istri dan korban. Pelaku diketahui sudah dua bulan pisah ranjang bersama istrinya. Dia juga telah menyiapkan pisau," kata I Wayan.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman penjara seumur hidup.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto