Akan Panen 86.096 Ton, Stok Beras di OKU Diklaim Aman hingga Oktober 2020

Antara ยท Rabu, 15 April 2020 - 11:40 WIB
Akan Panen 86.096 Ton, Stok Beras di OKU Diklaim Aman hingga Oktober 2020
Beras (Foto: iNews)

OKI, iNews.id - Stok beras di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) diklaim aman hingga Oktober 2020. Pasalnya, para petani di OKI akan melakukan panen raya pada lahan seluas 26.633 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan Kabupaten OKI Syahrul mengatakan, dari luas panen tersebut diperkirakan bakal menghasilkan 135.056 ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 86.096 ton beras

“Konsumsi beras warga OKI berkisar 8.046 ton per bulan, namun setelah ditambah pendatang dan kebutuhan non rumah tangga mencapai 9.413 ton. Dengan panen April ini maka stok akan mencukupi hingga Oktober,” kata Syahrul, Rabu (15/4/2020).

Syahrul melanjutkan, ketersediaan beras di Kabupaten OKI ini mampu surplus 339,513 ton sampai dengan Oktober 2020

"Artinya, OKI bakal menyuplai kebutuhan daerah lain di Sumsel, bahkan ke luar provinsi," kata dia.

Syahrul mengatakan panen yang terjadi pada pekan ini sebagian besar merupakan lahan sawah program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani dari Kementerian Pertanian.

Panen tersebut terjadi di lahan sawah Desa Marga Tani Kecamatan Air Sugihan seluas 123 hektare untuk varietas inpari 30 dan mekongga dengan produktivitas 5,1 ton per hektare.

Kemudian di Desa Nusakarta seluas 312 hektare dengan varietas vietnam dan mekongga dengan produktivitas 4,9 ton per hektare dan Desa Suka Mulya dengan varietas inpari 32 dan impari 30 produktivitas 5,3 ton per hektare.

"Para petani tetap melaksanakan akitivas seperti biasa di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu petani menerapkan protokol penanganan virus corona dari Kementerian Pertanian selama masa panen sejak Maret lalu," katanya.

Petani didorong tetap berproduksi dengan mengoptimalkan alat mesin pertanian, seperti mesin combine harvester yang dapat menghemat tenaga kerja karena hanya membutuhkan dua orang saja.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto