11.187 Pelanggan Tak Bayar Tagihan, PLN Baturaja Rugi Rp1,6 Miliar

Antara ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 07:25 WIB
11.187 Pelanggan Tak Bayar Tagihan, PLN Baturaja Rugi Rp1,6 Miliar
Petugas PLN mengecek meteran listrik pelanggan. (Foto: Ant)

BATURAJA, iNews.id - Tunggakan pelanggan (Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) mencapau Rp1,6 miliar. Tunggakan itu terhitung dua bulan terakhir.

"Jumlah tunggakan pelanggan PLN Baturaja yang melayani wilayah OKU dan OKU Timur sampai Juni 2020 mencapai Rp1,6 miliar," kata Manager ULP PLN Baturaja, OKU, Achmad Meiledy, Rabu (1/7/2020).

Achmad menambahkan, tunggakan tersebut dengan rincian Rp1,2 miliar menunggak satu bulan dan Rp400 juta telat bayar selama dua bulan.

Dari catatan, kata Achmad, pelanggan yang menunggak membayar rekening listrik ini ada 11.187 terdiri atas tiga kelompok.

"Yakni pelanggan yang menunggak selama satu bulan dengan jumlah 10.000 pelanggan, dua bulan sebanyak 1.160 sambungan dan nunggak tiga bulan 27 pelanggan.

Bagi pelanggan yang nunggak selama satu bulan, lanjut dia, sanksinya akan dikenakan denda masing-masing Rp3.000 perpelanggan.

"Biasanya setelah kami kirim surat pemberitahuan bahwa sudah nunggak bayar rekening listrik, para pelanggan yang nunggak ini dengan segera melunasi tagihannya," kata Meiledy.

Bagi pelanggan yang sudah nunggak bayar rekening listrik selama dua bulan, kata dia, sanksinya lebih berat yakni diputuskan sambungan listriknya.

"Sesuai aturan mereka harus lunasi tagihannya dulu. Baru listrik di rumah mereka kami sambung lagi," tegasnya.

Sementara itu, bagi pelanggan yang nunggak selama tiga bulan sanksinya berupa pemutusan permanen dan penyitaan Kwh meter.

"Untuk di OKU jumlah pelanggan yang nunggak tiga bulan pada Juni 2020 tercatat sebanyak 27 pelanggan dan 14 dintaranya sudah diputus permanen dan 13 pelanggan baru proses pengajuan ke pusat" kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto