Polda Sumsel segera panggil paksa 10 mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang terduga pelaku penganiayaan. (Foto: Ilustrasi/Antara)
Dede Febriansyah

PALEMBANG, iNews.id - Polisi segera memanggil secara paksa 10 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, terduga pelaku penganiayaan terhadap junior saat Diksar di Gandus Palembang. Upaya paksa akan dilakukan setelah sebelumnya, 10 mahasiswa terduga pelaku tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Sumsel. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anwar memberkan, pihaknya akan segera memanggil paksa para terduga pelaku. "Kami masih melakukan penyelidikan. Kami akan melakukan pemanggilan paksa jika mereka kembali mangkir," ujarnya, Selasa (15/11/2022).

Ke-10 terduga pelaku diduga melakukan penyiksaan dan pelecehan seksual terhadap korban ALP. Polisi mengaku sudah mengumpulkan barang bukti dalam kasus ini yang sempat viral di media sosial ini. 

Menurutnya, sejauh ini proses hukum sudah masuk tahap penyelidikan. Korban sudah diperiksa dan dimintai keterangan terkait kekerasan saat menjadi panitia pendidikan dasar (Diksar) di Bumi Perkemahan Gandus. "Identitas dan jumlah pelaku juga sudah kita kantongi," katanya.

Diketahui, penyidik Ditkrimum Polda Sumsel telah melakukan olah TKP penyiksaan terhadap mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang. Polisi mendapatkan keterangan jika korban ALP (19) diminta meminum air kloset oleh para pelaku. 

"Dari olah TKP, diketahui setelah disundut api rokok, korban dipaksa meminum air kloset yang diambil menggunakan bekas kemasan air minum," ujar Kuasa Hukum korban, Prengki Adiatmo.

Menurut Prengki, penyiksaan terhadap kliennya tersebut terjadi Jumat (30/9/2022), selepas salat Jumat. Karena merasa terintimidasi, korban terpaksa menuruti permintaan seniornya. "Klien kami saat itu dalam diancam sehingga terpaksa meminum air kloset itu," katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT