Jatanras Polda Sumsel menangkap empat komplotan maling mobil pikap. (Foto: Firdaus)
Firdaus

PALEMBANG, iNews.id - Polda Sumsel menangkap empat komplotan pencurian mobil pikap atau bak terbuka di Palembang. Dua pelaku merupakan spesialis pencurian dan dua lainnya penadah yang akan menjual kembali mobil hasil curian ke wilayah perkebunan di Musi Rawas dan Jambi. 

Anggota Subdit Jatanras Polda Sumsel terpaksa menembak dua pelaku karena melawan saat penangkapan. Komplotan ini sedikitnya telah beraksi atau menciri 11 mobil di Palembang. 

Keempat tersangka yakni Makmun (48) dan Haryanto (42) yang merupakan penadah mobil pikap hasil curian. Sedangkan Rustam (37) dan Adi (35) eksekutor pencurian di lapangan, keduanya juga merupakan residivis kasus yang sama.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M. Anwar mengatakan berdasarkan laporan korban ke polisi, sementara ada 11 TKP pencurian mobil pikap. "Semua yang dicuri pelaku adalah mobil pikap, karena cepat laku terjual. Mereka melancarkan aksinya di wilayah Kota Palembang," ujarnya, Rabu (17/8/2022).

Adapun barang bukti yang disita lima mobil, empat di antaranya hasil curian. Kemudian beberapa peralatan para pelaku mencuri seperti kunci T, gerinda dan tang besar untuk memotong besi. 

"Saat ini kami masih melakukan pengembangan penyelidikan, untuk mencari kemungkinan adanya korban lainnya. Para pelaku dijerat Pasal 363 untuk pencurian, dan Pasal 480 KUHP untuk dua pelaku sebagai penadah, dengan ancaman lima tahun penjara," tuturnya.

Salah satu pelaku pencurian, Rustam mengatakan ada tempat penampungan mobil yang mereka curi yang akan dijual kembali di wilayah perkebunan di Kabupaten Musi Rawas. Baik Rustam maupun Adi, mengaku sudah lupa berapa banyak mobil pikap yang telah dicurinya. Selain mobil pikap, keduanya juga pernah mencuri sepeda motor. Untuk mobil pikap hasil curian, mereka jual dengan harga Rp35 juta per unit ke penadah.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT