Banyak kosmetik ilegal dan diduga berbahaya disita dari empat daerah di Sumsel termasuk Palembang. (Foto: Dede F)
Dede Febriansyah

PALEMBANG, iNews.id - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Palembang menyita 7.536 pcs kosmetik berbahaya dan tanpa izin edar dari empat daerah di Sumatera Selatan (Sumsel). Empat daerah itu yakni Palembang, OKU, Muara Enim, dan Musi Banyuasin

Kepala BBPOM Palembang, Zulkifli mengatakan, barang sitaan tersebut hasil penertiban dalam kurun waktu satu bulan, yakni sejak pekan ketiga Juni hingga akhir Juli 2022.

"Ada ribuan kosmetik ilegal yang disita dengan nilai yang ditaksir mencapai lebih Rp198 juta. Semuanya didapatkan dari 47 sarana yang tersebar di empat kabupaten/kota di Sumsel," ujar Zulkifli, Kamis (4/8/2022).

Dalam melakukan penertiban kosmetik ilegal dan berbahaya tersebut, lanjut Zulkifli, pihaknya berkolaborasi dengan Dinkes, Polrestabes, dan Satpol-PP.

"Kami telah melakukan aksi penertiban di Palembang, OKU, Muara Enim, dan Musi Banyuasin. Dari 47 sarana yang kita periksa, paling banyak di Palembang," katanya.

Ribuan produk kosmetik ilegal yang ditemukan tersebut terdiri atas produk tanpa izin edar, mengandung bahan berbahaya, dan kedaluwarsa.
 
Untuk produk tanpa izin edar yakni, cream whitening, hand body, pensil alis, parfum, eye shadow, facial wash, bedak, lip gloss, dan lipstik.

Kemudian, produk mengandung bahan berbahaya  yaitu krim merk natural 99, krim merk rose, krim pemutih merk SP special, krim merk collagen, krim super gold, krim temulawak, dan krim UV whitening extra ginseng.

"Produk tanpa izin edar yang paling banyak adalah krim tanpa label, toner tanpa label, peeling, sun screen gel, lipstik, pensil alis dan kutek. Rata-rata produk kosmetik ilegal yang kami sita adalah produk buatan dalam negeri," katanya.

Produk-produk ilegal tersebut, jelas Zulkifli, mengandung mercury yang efeknya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam di kulit dan iritasi. Kemudian jika digunakan dalam jangka panjang akan menyebabkan gangguan pada janin.

"Barang-barang ini akan kami musnahkan dalam waktu dekat, dan pemiliknya akan dipanggil untuk di BAP mengenai asal produk tersebut," katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT