Bandara SMB II Palembang akan melayani penerbangan internasional. (Foto: Ist)
Dede Febriansyah

PALEMBANG, iNews.id - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang segera membuka penerbangan langsung Palembang-Jeddah dan Palembang-Madinah. Penerbangan perdana rute internasional rencananya akan dilakukan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Asisten II Pemprov Sumsel, Darma Budhy mengatakan, penerbangan ini dikhususkan untuk pelaksanaan umrah, sehingga dapat memangkas biaya yang dikeluarkan, karena tidak melalui Jakarta. Rencana penerbangan perdana internasional ini juga telah mendapat respons dari Menteri Perhubungan.

"Rencananya nanti pak gubernur yang akan melepas langsung jemaah umrah pada penerbangan perdana nanti," ujar Darma Budhy, Selasa (2/8/2022).
 
Sementara itu, Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Iwan Winaya Mahdar mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu Surat Edaran (SE) dari Satgas Covid-19 dan SE Menhub. Jika telah dikeluarkan maka dapat direalisasikan pada 17 Agustus mendatang.
 
"Sejauh ini sudah ada yang berkomitmen untuk melakukan penerbangan khusus tersebut, yakni Lion Air Group. Selain itu, beberapa maskapai lainnya juga telah menyampaikan rencana penerbangan keluar negeri, seperti Tiger Airways yang berencana membuka penerbangan dari Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia," katanya.

Menurutnya, Tiger Airways ini sendiri memiliki historikal untuk penerbangan tersebut. "Karena itu, kami meminta dukungan gubernur untuk pelaksanaan ini agar bisa cepat terealisasikan," ujarnya.

Dia mengaku pada Juli lalu, tren penerbangan memang mengalami sedikit penurunan. Sebelumnya total flight per hari di peak season dapat mencapai 44 penerbangan, kini hanya sekitar 34 hingga 38 penerbangan. 

"Menurunnya penerbangan ini akibat faktor avtur yang masih tinggi, sehingga berpengaruh terhadap sisi komersial maskapai," katanya.

Selain itu, jumlah penumpang juga mengalami penurunan, yang sebelumnya mencapai 7.302 penumpang. Namun, kini hanya 5.000 hingga 6.500 penumpang. "Kami belum tahu apa yang mempengaruhi penurunan jumlah penumpang ini," katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA TERKAIT