Waspada Longsor, Pergerakan Tanah Level Tinggi Ancam 3 Kecamatan Sumsel

Antara ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 14:58:00 WIB
Waspada Longsor, Pergerakan Tanah Level Tinggi Ancam 3 Kecamatan Sumsel
Longsor mengancam rumah warga di Baturaja, OKU, Sumsel (Widori Agustino/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Tanah di tiga kecamatan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berpotensi bergerak. Pergerakan tanah level tinggi ini diprediksi terjadi selama periode Oktober 2020 dan dapat menimbulkan bencana longsor.

"Gerakan tanah level tinggi berpotensi di Kecamatan Tanjug Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu (Lahat), serta Kecamatan Mekakau di OKU Selatan," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Sumsel Elbaroma, Jumat (16/10/2020).

Elbaroma menambahkan, gerakan tanah level tinggi berarti gerakan tanah terjadi jika curah hujan di atas normal dan gerakan tanah lama lama dapat aktif kembali.

Lebih lanjut Elbaroma mengatakan, tanah longsor terjadi jika curah hujan di wilayah tersebut di atas normal. Berdasarkan rilis PVMBG dalam laman resminya, terdapat sembilan daerah di Sumsel yang berpotensi terjadi gerakan tanah pada periode Oktober 2020.

"Daerah itu yakni Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas (Mura), Muratara, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, dan Kota Pagaralam," kata dia.

Potensi gerakan tanah di sembilan daerah itu tersebar di 79 kecamatan dengan level menengah-tinggi dan level tinggi. Selain tiga kecamatan itu, kata dia, ada 76 kecamatan lainnya berpotensi di level menengah-tinggi.

"Level menengah-tinggi dapat menimbulkan gerakan tanah jika curah hujan di atas normal terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau lereng," katanya.

Elborama menyebut BPBD Sumsel sudah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dalam mewaspadai bencana tanah longsor, terutama dalam pemetaan daerah-daerah rawan yang harus diantisipasi.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lingkungan alam sekitar tetap dijaga, sebab prinsip mencegah banjir maupun longsor sama saja, yakni diawali dari menjaga lingkungan," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto