Berbekal Video Viral, Jatanras Polda Sumsel Tangkap 4 Perusak Mobil Polisi

Firdaus ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Berbekal Video Viral, Jatanras Polda Sumsel Tangkap 4 Perusak Mobil Polisi
Perusakan mobil polisi yang dilakukan mahasiswa di Palembang (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap empat pelaku pengerusakan mobil polisi. Keempat pelaku ditangkap setelah polisi menyelidiki video yang viral yang menampilkan wajah pelaku.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, pelaku ditangkap berkat dari rekaman video yang viral di media sosial. Terlihat sekelompok massa melakukan aksi anarkis. Mereka merusak kendaraan milik Direktorat Pamobvit Polda Sumsel..

Keempat pelaku yaitu Awwabin Hafiz (19), Rezan Septian Nugraha (21), Naufal Imandamalis (20) dan Barthan Kusuma (22). Empat pelaku kini diamankan dam diperiksa di Mapolda Sumsel.

"Mereka berasal dari universitas yang berbeda di Kota Palembang. Salah satu pelaku bahkan nekat naik ke atas kendaraan," kata Suryadi, Kamis (15/9/2020).

Perusakan mobil polisi yang dilakukan mahasiswa di Palembang (Firdaus/iNews)
Perusakan mobil polisi yang dilakukan mahasiswa di Palembang (Firdaus/iNews)

Dari hasil pemeriksaan, mereka diduga merusak bagian lampu kendaraan. Bahkan salah satu oknum mahasiswa nekat akan membakar kendaraan menggunakan korek api yang dibawanya.

"Mereka terekam video mulai dari menginjak kendaraan, merusak lampu bahkan ingin membakar kendaraan," katanya.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, penyidik mencatat masih ada sekitar 15 pelaku dan sudah teridentifikasi yang ikut melakukan pengerusakan. Dia berharap para pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penangkapan.

Sementara itu, salah satu mahasiswa bernama Barthan mengatakan, kalau selain mahasiswa dirinya juga berprofesi sebagai jurnalis. Saat kejadian dirinya sambil meliput kegiatan demo akan tetapi dirinya terpancing emosi karena dirinya terkena lemparan batu dari oknum petugas.

"Ada oknum polisi saat sedang meliput, kamera saya disambit oleh polisi. Saya sampai terjatuh sampai pelindung kamera pecah," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto