Tersinggung Dibilang Sok Jago, Tukang Parkir di Palembang Tikam Pengamen hingga Tewas

Firdaus ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:31:00 WIB
Tersinggung Dibilang Sok Jago, Tukang Parkir di Palembang Tikam Pengamen hingga Tewas
Juru parkir di Palembang menikam pengamen hingga tewas karena sakit hati. (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.idJuru parkir di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menikam seorang pengamen hingga tewas. Pelaku sakit hati dengan perkataan korban karena dibilang ‘sok jago’.

Dexi alias Boy tewas di tangan Rahmat alias Bejo. Pelaku ditangkap dan digelandang ke Mapolsek Ilir Timur I Palembang. Sementara jenazah korban dibawa ke Ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk diautopsi.

Aksi penikaman ini bermula saat pelaku dan rekannya membeli tuak di kawasan Masjid Lama, Air Mancur, Ilir Timur I Palembang. Di lokasi, pelaku bertemu korban yang tengah minum tuak bersama teman yang lain.

Saat itu, salah satu teman korban sempat menawari tuak kepada rekan pelaku. Namun tiba-tiba korban justru mengeluarkan kalimat yang ditujukan kepada pelaku.

Korban bertanya apakah pelaku seorang preman. Korban juga mengatakan supaya pelaku jangan terlalu bergaya dan sok jago.

Merasa tersinggung, pelaku kemudian pulang ke rumah. Keesokan harinya, pelaku kembali ke lokasi kejadian sambil membawa senjata tajam.

Pelaku mendekati korban dan langsung menghujamkan pisau ke punggung kiri. Korban sempat kabur sejauh 15 meter namun tersungkur tewas bersimbah darah. Selanjutnya, pelaku melarikan diri.

“Setiap hari memang sengaja membawa senjata tajam kemana-mana. Sementara saat kejadian, saya dan korban sama-sama dalam pengaruh minuman keras,” katanya.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang, Kompol Deni Triana mengatakan, polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau, pakaian korban dan pelaku.

“Pasal Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara, maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pelaku terancam Pasal 340, Pasal 338 dan Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara atau maksimal seumur hidup atau hukuman mati.


Editor : Umaya Khusniah