Tidak Hiraukan Amerika, Korea Utara Lanjutkan Proyek Reaktor Nuklir

Syarifudin ยท Sabtu, 14 Mei 2022 - 14:41:00 WIB
Tidak Hiraukan Amerika, Korea Utara Lanjutkan Proyek Reaktor Nuklir
Situs nuklir di Korea Utara. (Foto: Ist)

PYONGYANG, iNews.id - Korea Utara (Korut) diduga melakukan pembangunan reaktor nuklir Yongbyon. Proyek yang menjadi perhatian barat ini dihentikan berdasarkan kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) pada 2014.

Pembangunan reaktor nuklir diduga dilanjutkan dalam beberapa pekan terakhir. Jika selesai, Korut akan mampu meningkatkan kapasitasnya memproduksi plutonium untuk senjata nuklir, CNN melaporkan pada Jumat (13/5/2022), mengutip citra satelit baru. 

Menurut laporan itu, para ahli dari Institut Studi Internasional Middlebury mengindikasikan Korea Utara telah memulai kembali pembangunan reaktor kedua di situs nuklir Yongbyon setelah beberapa tahun tidak beroperasi.

Kelompok tersebut telah meninjau citra satelit yang diambil Maxar pada April dan Mei tahun ini.

Gambar-gambar yang diperoleh CNN menunjukkan apa yang digambarkan Jeffrey Lewis, yang menjabat sebagai ahli senjata dan profesor di Institut Middlebury, "Indikator jelas pertama bahwa Korea Utara bergerak untuk menyelesaikan reaktor yang pembangunannya dihentikan pada tahun 1994.”

“Korea Utara menghubungkan loop pendingin sekunder dari reaktor 50 MW(e) ke rumah pompa di sungai," ungkap laporan itu tentang citra satelit Maxar.

"Dalam gambar tanggal 20 April, peralatan konstruksi terlihat, seperti yang tampak seperti segmen pipa. Pada 7 Mei, Korea Utara telah mengubur pipa itu," papar Lewis. 

Dia menjelaskan, "Koneksi loop pendingin membantu menjelaskan aktivitas lain yang terlihat di reaktor 50MW(e) dalam beberapa tahun terakhir." Pakar tersebut menambahkan fasilitas yang diduga berisi kolam pendingin bahan bakar bekas telah dihancurkan tahun lalu.

"Menghubungkan loop pendingin sekunder menunjukkan, di belakang, bahwa pembongkaran bangunan bahan bakar bekas adalah tanda awal Korea Utara bermaksud menyelesaikan pembangunan reaktor," ujar dia. 

“Reaktor tersebut kira-kira sepuluh kali lebih besar dari reaktor nuklir Yongbyon saat ini, yang telah beroperasi sejak akhir 1980-an,” papar laporan itu. 

Para ahli dilaporkan mengakui, bagaimanapun, cukup sulit untuk memprediksi seberapa cepat Korea Utara akan menyelesaikan pembangunan reaktor. 

Tetapi, menurut Lewis, setelah beroperasi, hal itu memungkinkan Korea Utara meningkatkan produksi plutoniumnya untuk senjata nuklir dengan faktor sepuluh kali lipat.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: