Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi Corona, Damri Palembang Hanya Sampai Jakarta

Antara ยท Rabu, 22 April 2020 - 22:20:00 WIB
Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi Corona, Damri Palembang Hanya Sampai Jakarta
Armada Damri Palembang, Sumsel (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Perum Damri Cabang Palembang tetap beroperasi meski hanya mengantarkan penumpang untuk tujuan DKI Jakarta. Hal ini dilakukan di tengah pandemi virus corona serta beroperasi tidak menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Manajer Usaha Perum DAMRI Cabang Palembang, Bambang Suandi, mengatakan rute-rute AKAP maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) memang berhenti sementara karena tidak ada lagi suplai penumpang sejak 10 April 2020.

"Namun kami tidak menutup operasional, jika ada penumpang yang ingin ke Jakarta tetap dilayani menggunakan bus mini dan melewati tol trans sumatera," kata Bambang, Rabu (22/4/2020).

Penumpang yang dilayani dengan bus mini berkapasitas 6 - 7 orang tersebut dikenakan tarif Rp250.000 - Rp300.000 tetapi Bambang juga mengakui tidak setiap hari ada penumpang ke Jakarta karena dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dengan mobilitas masyarakat.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, rute-rute yang sementara dihentikan seperti rute Kayuagung, Prabumulih, Pulau Bangka, Indralaya, dan rute di Pulau Jawa kecuali Jakarta, sedangkan rute perintis di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas masih beroperasi.

"Penghentian operasional tidak hanya disebabkan kosongnya suplai penumpang, namun juga memperhatikan status kewaspadaan Covid-19 di daerah-daerah tersebut terutama daerah zona merah," kata dia.

Sementara okupansi bus diakuinya anjlok hingga 100 persen sejak Maret 2020, akibatnya ada 80 sopir yang biasa membawa 100 armada Damri Palembang terpaksa tidak lagi rutin bekerja, saat ini para sopir hanya berjaga jika ada penumpang ingin ke Jakarta.

"Sopir tetap mendapat gaji, tapi mungkin disesuaikan dengan kondisi keuangan," kata dia.

Pihaknya mengaku belum dapat memastikan batas waktu penghentian operasional beberapa rute tersebut mengingat pemerintah pusat dan daerah masih membatasi mobilitas masyarakat.

"Kami berharap kondisi ini segera pulih agar para sopir dapat bekerja kembali," kata Bambang.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto