Semangati Petani, Gubernur Herman Deru Panen Raya di Rantau Bayur Banyuasin

Bambang Irawan ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 06:05:00 WIB
Semangati Petani, Gubernur Herman Deru Panen Raya di Rantau Bayur Banyuasin
Gubernur Sumsel Herman Deru panen raya perdana di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, Sabtu (3/10/2020). (Foto: Humas Pemprov Sumsel)

BANYUASIN, iNews.id - Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terjadi rupanya tak menyurutkan para petani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk tetap produktif. Hal itu tak terlepas dari peran Gubernur Sumsel Herman Deru yang terus mendorong kemajuan pertanian di Sumsel.

Herman Deru langsung turun untuk menyemangati petani, seperti pada Sabtu (3/10/2020). Meski harus melintasi perairan dan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda dua, Herman Deru rela hadir di Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, untuk panen perdana padi sawah Rawa Lebak bersama para petani.

Hal itu juga dilakukannya sebagai bentuk apresiasi kepada para petani di Banyuasin yang telah berhasil memanfaatkan lahan tidur berupa lebak menjadi areal persawahan baru. Lahan ini diyakini akan mampu mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus sebagai penopang ketahanan pangan di Sumsel.

"Karena itu, jangan jadikan petani sebagai pilihan profesi terakhir. Pertanian ini merupakan marwah Sumsel. Ini harus dipertahankan, apalagi leluhur kita merupakan petani. Pertanian ini tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Herman Deru.

Menurut Herman Deru, sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang patug dipertahankan dan terus dikembangkan. Karena itulah dalam waktu dekat, dirinya akan menugaskan 1.000 orang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan membimbing petani.

"Kami sudah menyiapkan 1.000 PPL untuk memberikan edukasi kepada para petani. Jadi satu desa akan ada satu PPL. Kami ingin para petani ini jadi pengusaha di lahannya sendiri," tuturnya.

Apalagi, secara nasional, Kabupaten Banyuasin telah menduduki posisi keempat sebagai daerah lumbung pangan. Karena itu dia berharap sektor tanaman pangan dapat menjadi usaha ekonomi yang akan mengangkat kesejahteraan masyarakat.

"Pertanian ini memiliki dampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Pertanian ini harus terus ditingkatkan karena ini dapat menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan," katanya.

Upaya dan komitmen serius Herman Deru tersebut rupanya dilirik pemerintah pusat. Beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo menegaskan akan melakukan perluasan kawasan lumbung pangan. Sumsel pun digadang-gadang menjadi daerah yang ditunjuk sebagai lumbung pangan nasional tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Banyuasin memiliki lahan sawah seluas 192.684 hektare (ha) dan yang tercatat di Luas Baku Sawah LBS Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) seluas 174.381 ha. Sementara di Kecamatan Rantau Bayur tercatat memiliki lahan sawah seluas 17.974 ha dan yang tercatat di LBS Tahun 2019 seluas 12.596 ha. Rinciannya, lahan sawah lebak 12.178 ha, sawah pasang surut 2 ha, dan sawah tadah hujan 417 ha.

Selain panen bersama masyarakat, Herman Deru juga memberikan sejumlah bantuan untuk kemajuan para petani di Kabupaten Banyuasin. Bantuan itu di antaranya dua unit pompa air dan benih padi inbrida sebanyak 195,2 ton untuk 7.808 ha sawah.

"Bantuan ini diberikan agar petani semakin semangat sehingga perkembangan pertanian di Banyuasin meningkat. Saat ini, Desa Tebing Abang memiliki luas luas lahan 1.500 ha dengan rata-rata produksi panen 5-6 ton per ha," ujarnya.

Sementara Bupati Banyuasin Askolani Jasi mengatakan, Banyuasin merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi alam yang baik. Dia mengklaim, padi akan tumbuh subur meski tanpa menggunakan pupuk.

"Lahan pertanian di sini tetap subur meskipun tidak menggunakan pupuk. Ini sangat luar biasa," katanya.

Dia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan Herman Deru terhadap para petani di Kabupaten Banyuasin. Gubernur tak segan membantu untuk peningkatan perkembangan pertanian. "Sebab itu, kami berterima kasih," katanya.

Editor : Maria Christina