Rampas Dompet, Pria Bertato di Palembang Cuma Dapat Uang Rp17.000

Firdaus ยท Senin, 14 September 2020 - 13:05 WIB
Rampas Dompet, Pria Bertato di Palembang Cuma Dapat Uang Rp17.000
Pelaku penodongan dan perampasan di Palembang bernama Parti (tengah) di kantor polisi (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Parti (28), pria asal Lorong Bakti, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) babak belur dihajar warga. Dia dipukuli warga usai menodong dan merampas tas seorang perempuan dengan modal senjata tajam.

Aksi Parti terekam kamera warga. Tampak dari rekaman video itu pelaku tak berkutik saat dikepung warga usai menodong dan merampas tas korbannya. Pelaku sempat menjadi bulan bulanan warga yang kesal dengan kelakuan Parti.

Kepala SPK Polsek Ilir Timur II Palembang, Aiptu Yanwar mengatakan, insiden penodongan dan perampasan ini terjadi di Jalan Letda A Rozak didekat Lorong Sukarami, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang.

Peristiwa ini terjadi beberapa waktu yang lalu, saat itu korban seorang diri baru saja usai berbelanja makanan. Korban berjalan hendak menuju parkir mobil.

"Saat akan masuk mobil, tiba-tiba pelaku muncul dan merampas dompet korban. Saat korban berteriak, pelaku mengancam akan menusuk korban dengan senjata tajam," kata Yanwar, Senin (14/9/2020).

Pelaku penodongan dan perampasan di Palembang bernama Parti dihakimi warga (Firdaus/iNews)
Pelaku penodongan dan perampasan di Palembang bernama Parti dihakimi warga (Firdaus/iNews)

Akibatnya, kata Yanwar, dompet korban yang berisi ponsel dan uang Rp17.000 dirampas pelaku. Usai merampas, pelalu kabur dan korban berteriak. Warga yang mendengar teriakan korban langsung mengejar dan menangkap pelaku.

Sementara itu, pelaku Parti mengatakan, dia sengaja berjalan kaki sambil mencari mangsa. Dia akan beraksi ketika kondisi jalanan yang sepi. Kebetulan, saat itu pelaku melihat korban usai membeli mie sambil menenteng dompet berwarna hitam.

"Jalan kaki sambil mencari korban. Tadi lihat korban bawa dompet," kata pria bertato itu.

Parti kemudian diamankan dari amukan warga dan langsung dibawa ke kantor polisi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto