Jajal LRT dan BRT di Palembang, Menhub Budi Karya: Sudah Terintegrasi Cukup Baik

Nur Ichsan ยท Minggu, 13 September 2020 - 06:30:00 WIB
Jajal LRT dan BRT di Palembang, Menhub Budi Karya: Sudah Terintegrasi Cukup Baik
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjajal kereta LRT (light rail transit) Sumatera Selatan (Sumsel) dari Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II menuju Stasiun LRT Jakabaring, Kota Palembang, Sabtu (12/9/2020). Tiba di Stasiun LRT Jakabaring, Menhub mencoba langsung Bus Trans Musi didampingi sejumlah pejabat.

Menhub ingin meninjau langsung konektivitas dan efektivitas transportasi di kota itu. Setelah menjajal langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, dia menilai baik LRT maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. Jarak dari Stasiun LRT ke shelter BRT juga sangat dekat.

“Saya mencoba langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, saya lihat baik Light Rail Transit (LRT) maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. Selanjutnya, kita akan terus tingkatkan efektivitas keterpaduan antar moda transportasi ini. Jadi antarmoda satu dengan yang lain harus bersinergi,” kata Menhub.

Menhub mengakui, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini memang terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum. Namun, dia tetap meminta para operator memberikan pelayanan yang terbaik dan tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selama masa pandemi Covid-19 juga telah dilakukan pembatasan operasional atau perjalanan secara bertahap pada layanan LRT Sumsel. Jika sebelumnya 88 perjalanan di masa normal, kini menjadi 22 perjalanan.

“Selain untuk menjaga pencegahan penyebaran virus Covid-19, hal ini juga dikarenakan jumlah penumpang juga turun,” ujar Menhub.

Saat ini untuk moda BRT Trans Musi, terdapat tiga koridor yang dijalankan dengan skema Buy The Service (BTS). Ketiga koridor ini di antaranya bus rute Terminal Alang Alang Lebar - Dempo, Asrama Haji - Terminal Sako, serta Terminal Plaju - Stasiun Induk Jakabaring.

Menhub menjelaskan, dengan skema BTS, pemerintah membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator melalui mekanisne lelang berbasis standar pelayanan minimal atau quality licensing.

“Skema BTS ini di Sumatera Selatan sudah berjalan sebanyak 3 koridor, dan akan terus bertambah. Saya lihat load-nya cukup baik. Saya berharap ini menjadi moda transportasi yang efektif bagi masyarakat Palembang,” ujarnya.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Budi Setiyadi yang turut mendampingi Menhub dalam kegiatan ini menyampaikan, tahun ini rencananya ditambah lagi satu koridor bus skema BTS. Rute bus rencananya Terminal Alang Alang Lebar - Talang Jambe. Penambahan satu koridor itu sudah dilelangkan keapda Pemerintah Kota Palembang.

“Akan kami berikan tahun ini juga. Koridornya dengan tambahan menjadi empat koridor, yang sudah jalan sekarang tiga koridor. Jumlah kendaraan 43 dan kami jaga headwaynya antara 10-15 menit,” kata Budi Setiyadi.

Menhub dalam kesempatan itu juga secara simbolis memberikan bantuan berupa 2.000 masker kepada Dinas Pehubungan Kota Palembang. Dia berharap masker itu bisa membantu Dishub Kota Palembang untuk tetap melaksanakan dan memperketat protokol kesehatan kepada penumpang transportasi umum, khususnya moda LRT.

“Faktor utama yang harus diperhatikan kesehatan. Saya berpesan agar operator maupun pemerintah daerah senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan serta terus meningkatkan pengawasan agar pengguna LRT merasa aman dan nyaman,” kata Menhub Budi.


Editor : Maria Christina