Penularan Tinggi, Palembang dan Lubuklinggau Tak Masuk Daftar New Normal

Era Neizma Wedya , Sindonews ยท Senin, 01 Juni 2020 - 08:40 WIB
Penularan Tinggi, Palembang dan Lubuklinggau Tak Masuk Daftar New Normal
Sungai musi dan jembatan Ampera ikon Kota Palembang (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Kota Palembang dan Lubkulinggau tidak masuk ke dalam daftar penerapan new normal untuk daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya, kedua kota itu masih tinggi penularan virus corona atau Covid-19.

"Palembang dan Lubuklinggau belum masuk daftar daerah yang diizinkan karena mungkin kasus baru penularan corona masih tinggi," kata Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, Yusri, Senin (1/6/2020).

Yusri menambahkan, dari 982 kasus positif di Sumsel, 536 orang di antaranya berasal dari Kota Palembang atau 57 persen. Di urutan kedua Kota Lubuklinggau dengan 73 orang.

Oleh karena itu, kata Yusri, Pemkot Palembang saat ini hendaknya fokus melakukan evaluasi terhadap penerapan pembatan sosial berskala besar (PSBB) yang telah dilakukan.

"Dikaji dulu pelaksanaan PSBB-nya, apakah targetnya sudah tercapai atau belum," katanya.

Sementara itu, Ketua gugus tugas Covid-19 Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengatakan, memang daerah-daerah untuk melaksanakan new normal merupakan daerah yang penyebarannya masih rendah atau zona hijau.

Saat ini kalau new normal untuk Kota Lubuklinggau memang belum karena Lubuklinggau baru road to New Normal yang berarti segala sesuatu dilakukam secara bertahap.

“Jadi sah-sah saja kita belum diberi izin untuk New Normal karena semua masih dipersiapkan,” kata Nanan.

Intinya, kata dia, Pemkot Lubuklinggau akan terus mempersiapkan diri, mulai dari masyarakat yang harus bisa tertib mematuhi semua anjuran. Seperti, memakai masker, kesiapan tempat pelayanan umum sesuai tatanan protokol kesehatan, dan lainnya.

“Kita tidak bisa sekonyong-konyong normal seperti biasa saja. Semua memang masih terus disiapkan, termasuk tatanan medis kita apakah siap kalau terjadi pandemi kedua dan lainnya,” kata Nanan.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto