Pemuda di Palembang Begal Kakak Angkat hingga Tewas

Firdaus ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 11:25 WIB
Pemuda di Palembang Begal Kakak Angkat hingga Tewas
Romadhon dan Risky , dua pelaku begal yang menghabisi kakak angkatnya sendiri (Firdaus/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Entah apa yang merasuki Risky. Pemuda berusia 16 tahun warga Jalan Naskah Dua, Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tega membegal kakak angkatnya, Khairudin (33) hingga tewas.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, kasus ini terungkap karena saat korban meninggal, pelaku Risky malah menghilang.

"Jadi, pelaku Risky ini mengantar korban pulang ke rumanya dalam keadaan terluka. Korban kemudian dibawa tetangga ke rumah sakit. Sejak saat itu pelaku menghilang," kata Suryadi, Kamis (2/7/2020).

Suryadi melanjutkan, atas kecurigaan tersebut, keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Dari hasil pemeriksaan, insiden pembegalan ini terjadi pada 5 Juni 2020 sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Pulokerto, gandung, Palembang. Saat itu, kedua korban Risky dan Romadhon mencari target untuk membegal sepeda motor.

"Pelaku Risky berinisiatif untuk membegal motor milik abang angkatnya. Kedua pelaku kemudian menjemput dan mengajak korban keluar," kata dia.

Keduanya, kata Suryadi kemudian keluar dengan menggunakan dua sepeda motor, Korban berboncengan dengan Risky, sementara Romadhon berkendara sendiri.

Ketiganya sempat ngobrol sambil minum kopi di rumah Romadhon. Kemudian, ketiganya memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.

"Saat melintas di lokasi kejadian, korban menghentikan motornya karena jalan rusak. Saat itu pelaku Romadhon yang berada di belakang menusuk leher korban," kata dia.

Usai menusuk leher, pelaku kemudian menusuk wajah korban. Korban kemudian terjatuh, pelaku langsung neghujaninya dengan tusukan.

Kemudian Risky membawa korban dan motornya untuk pulang ke rumah. Kepada keluarga, Risky bercerita jika korban ditusuk saat berkelahi

Sementara itu, pelaku Romadhon mengakui perbuatannya. Sepeda motor itu dijual dengan harga Rp1,5 juta. Uang itu dibagi dan sisanya dibelikan narkoba jenis sabu.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan membunuh korban, pakaian dari hasil penjualan motor korban.

Atas perbutannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan 365 Ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto