Pembunuhan Siswi SMP 10 OKU, Polisi: Tersangka Menaruh Hati ke Korban

Widori Agustino ยท Selasa, 07 April 2020 - 01:02 WIB
Pembunuhan Siswi SMP 10 OKU, Polisi: Tersangka Menaruh Hati ke Korban
Tersangka pembunuhan terhadap siswi SMP 10 digelandang petugas ke Mapolres Ogan Komering Ulu, Sumsel. (Foto: iNews/Widori Agustino)

OGAN KOMERING ULU, iNews.id – Aldy Sukma Wijaya, tersangka pembunuhan keji disertai pemerkosaan terhadap RN, siswi SMP Negeri 10 di Kecamatan Semidangaji, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan ternyata menaruh hati ke korban.

Tersangka juga diketahui sudah merancang aksi kejinya itu tiga hari sebelum pembunuhan terjadi.

Wakil Kepala Polres Ogan Komering Ulu, Kompol Edi Rahmat Mulyana mengatakan, tersangka dan korban sudah saling mengenal sejak sembilan bulan lalu.

“Tersangka Aldy yang merupakan simpatisan pramuka di sekolah itu memanfaatkan momen itu hingga akhirnya merencanakan pembunuhan,” katanya dalam gelar perkara kasus pembunuhan, Senin (6/4/2020).

Sebelum merencanakan membunuh korban, kata dia, tersangka telah menyiapkan kayu di sekitar sekolah sebagai alat memukul korban.

Dengan bujuk rayu tersangka, akhirnya korban menyanggupi untuk datang pada hari Jumat (3/4/2020).

“Di lokasi itu, tersangka secara keji membunuh dan memperkosa korban saat korban sudah tak beryawa lagi. Tersangka sempat menghilangkan jejak dengan menutupi mayat korban pakai kayu dan ranting phon,” ujarnya.

Akibat perbuatan kejinya itu, tersangka Aldy Sukma Wijaya  terancam hukuman mati atau seumur hidup.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah mengatakan, pelaku rumahnya berdekatan dengan sekolah dan merupakan alumni SMP 10. Pelaku sering ikut kegiatan pramuka, namun sekadar membantu sukarela.

Menurut Teddy, modus itulah yang dijadikan pelaku untuk mengelabuhi korban. agar mau datang ke sekolah saat libur dengan alasan latihan pramuka.

“Pelaku sama sekali bukan pelatih atau pembina pramuka di SMP 10. Memang pelaku merupakan alumni sering membantu kegiatan pramuka di sekolah korban," ujarnya.

Terkait kejadian itu, kata dia, Dinas Pendidikan sudah mengimbau setiap sekolah untuk tidak melakukan kegiatan dalam bentuk apa pun di tengah wabah virus corona.

Ayah RN, Husin mengatakan, pelaku sebelumnya telah menghubungi anaknya agar bisa datang ke sekolah karena ada tes pramuka. “Dia (pelaku) bilang ke anak saya katanya ada tes pramuka,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki