Pelatih Pramuka yang Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di OKU Terancam Penjara Seumur Hidup

Antara ยท Minggu, 05 April 2020 - 20:58 WIB
Pelatih Pramuka yang Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di OKU Terancam Penjara Seumur Hidup
Ilustrasi penjara (AFP)

BATURAJA, iNews.id - Penyidik Polres Ogan Komering Ulu (OKU) akan menjerat pelatih Pramuka Aldy Sukma Wijaya (19) dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Bukan tanpa alasan, Aldy dengan tega dan keji memperkosa serta membunuh siswi SMP berinisial RN (12).

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Wahyu Pranoto mengatakan, Aldy yang memperkosa da membunuh siswi SMP Negeri 10 Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, OKU akan diancam pasal berlapis.

"Tersangka akan dijerat pasal 340 Sub pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara," kata Wahyu, Minggu (5/4/2020).

Seperti diketahui, polisi menangkap Aldy, seorang pemuda yang membunuh dan memperkosa siswi SMP.

Peristiwa keji ini bermula saat RN menerima pesan chat melalui Facebook dari Aldy pada Kamis lalu (2/4/2020). Dalam isi pesan chat, Aldy yang merupakan pelatih Pramuka ini meminta korban datang ke sekolah untuk latihan Pramuka.

"Keesokan harinya RN datang diantar orangtuamya dan langsung menuju ke aula yang berada di belakang sekolah setempat. Pelaku kemudian memukul bagian kepala dengan kayu hingga korban pingsan. Motifnya memang mau diperkosa dengan modus korban disuruh datang untuk latihan Pramuka," kata Wahyu.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, lanjut wahyu, RN dibawa Aaldy dengan cara diangkat menuju hutan dekat lapangan olahraga untuk diperkosa kemudian dibunuh.

Dari keterangan tim medis, lanjut Wahyu, di tubuh RN banyak mengalami luka tusuk seperti tusukan obeng dan kayu di bagian rusuk dan di bawah payudara serta bekas jeratan tali rapia di bagian leher.

Hak ini terbukti dengan keterangan pelaku. Menurutnya, setelah korban diperkosa, pelaku berkali-kali menganiaya dan mencekik korban hingga tidak bergerak lagi. Untuk memastikan korban benar-benar sudah tewas, pelaku mengambil kayu kecil dan menusuk-nusukkan ke tubuh korban, ke bagian rusuk, dan di bawah payudara korban dengan kuat.

Saat itu juga, timbul nafsu bejat pelaku untuk kembali memerkosa korban. Untuk kedua kalinya, guru Pramuka itu memerkosa RN yang sudah tidak bernyawa. Tak berhenti sampai di sana, pelaku kembali menusuk-nusuk korban dengan kayu kecil dan meninggalkannya.

"Jenazah korban kemudian ditemukan di bawah bangku di kawasan hutan sekitar satu kilometer dari SMP Negeri 10," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto