Pelatih Pramuka di OKU Sempat Perkosa Jenazah Korban sebelum Tinggalkan Hutan

Antara, Widori Agustino ยท Minggu, 05 April 2020 - 12:27 WIB
Pelatih Pramuka di OKU Sempat Perkosa Jenazah Korban sebelum Tinggalkan Hutan
Ilustrasi pemerkosaan (AFP)

BATURAJA, iNews.id - Aldy Sukma Wijaya (19) warga Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya ditangkap polisi. Pemuda bejat yang merupakan pelatih pramuka ini tega membunuh dan memperkosa RN (12) siswi SMP Negeri 10 Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, OKU.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui Aldy mengaku telah memperkosa korban sebanyak dua kali.

"Korban diperkosa oleh pelaku sebanyak dua kali," kata Kasatreskrim  Polres Ogan Komering Ulu, AKP Wahyu Pranoto, Minggu (5/4/2020).

Wahyu memambahkan, peristiwa keji ini bermula saat RN menerima pesan chat melalui Facebook dari Aldy pada Kamis lalu (2/4/2020). Dalam isi pesan chat, Aldy yang merupakan pelatih Pramuka ini meminta korban datang ke sekolah pada esok harinya untuk latihan.

"Keesokan harinya RN datang diantar orangtuamya dan langsung menuju ke aula yang berada di belakang sekolah setempat. Pelaku kemudian memukul bagian kepala dengan kayu hingga korban pingsan. Motifnya memang mau diperkosa dengan modus korban disuruh datang untuk latihan Pramuka," kata Wahyu.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, lanjut wahyu, RN dibawa Aaldy dengan cara diangkat menuju hutan dekat lapangan olahraga untuk diperkosa kemudian dibunuh.

Dari keterangan tim medis, lanjut Wahyu, di tubuh RN banyak mengalami luka tusuk seperti tusukan obeng dan kayu di bagian rusuk dan di bawah payudara serta bekas jeratan tali rapia di bagian leher.

Hak ini terbukti dengan keterangan pelaku. Menurutnya, setelah korban diperkosa, pelaku berkali-kali menganiaya dan mencekik korban hingga tidak bergerak lagi. Untuk memastikan korban benar-benar sudah tewas, pelaku mengambil kayu kecil dan menusuk-nusukkan ke tubuh korban, ke bagian rusuk, dan di bawah payudara korban dengan kuat.

Saat itu juga, timbul nafsu bejat pelaku untuk kembali memerkosa korban. Untuk kedua kalinya, guru Pramuka itu memerkosa RN yang sudah tidak bernyawa. Tak berhenti sampai di sana, pelaku kembali menusuk-nusuk korban dengan kayu kecil dan meninggalkannya.

"Jenazah korban kemudian ditemukan di bawah bangku di kawasan hutan sekitar satu kilometer dari SMP Negeri 10," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto