Diajak Latihan, Siswi SMP di OKU Ternyata Dibunuh dan Diperkosa Pelatih Pramukanya

Widori Agustino ยท Sabtu, 04 April 2020 - 18:24 WIB
Diajak Latihan, Siswi SMP di OKU Ternyata Dibunuh dan Diperkosa Pelatih Pramukanya
Suasana pemakaman RN, korban pembunuhan dan pemerkosaan pelatih Pramuka di Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Sabtu (4/4/2020). (Foto: iNews/Widori Agustino)

BATURAJA, iNews.id – Seorang siswi SMP di Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), berinisial RN, tewas dibunuh oleh pelatih pramukanya, Aldy Sukma Wijaya. Pelaku juga memerkosa korban yang sudah tidak bernyawa hingga dua kali.

Jenazah siswi kelas VII itu ditemukan tewas tak jauh dari lingkungan sekolah pada Jumat kemarin (3/4/2020). Informasi yang berhasil dihimpun dari orang tua korban, kejadian berawal saat sehari sebelum kejadian korban dihubungi pelaku melalui pesan WhatsApp untuk mengikuti latihan Pramuka.

Pelaku meminta korban datang sendirian. Namun, orang tua korban bersikeras untuk mengantar RN hingga sampai gerbang sekolah. Setelah sampai di sekolah, korban menuju aula yang berada di belakang sekolah, sesuai pesan guru pramukanya. Tidak lama kemudian, pelaku datang dan mengajak korban menuju lapangan olah raga.

Sampai di lapangan olah raga, korban diminta berbalik membelakangi pelaku. Korban yang tidak juga mengikuti perintah pelaku. Setelah korban berbalik badan, pelaku mengambil kayu dan memukul bagian belakang kepala korban sebanyak dua kali.

Korban yang dipukul di kepalanya langsung terjatuh dan pingsan. Pelaku lalu mengangkat korban dan membawanya ke dalam hutan. Di sana, dia mengikat korban dengan tali rafia.

Pelaku juga mengikat mata korban dengan dasi Pramuka yang dipakai korban. Tak hanya itu, dia menyumbat mulut korban dengan kaus kaki korban.

Setelah itu, pelaku membuka baju korban dan menggerayanginya. Saat itu, korban tiba-tiba bergerak dan berusaha memberontak.

Tersangka yang panik memukuli wajah korban hingga korban lemas kembali. Saat itulah pelaku memerkosa korban. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku  mengikat dan mencekik leher korban dengan dasi Pramuka.

Korban yang berkali-kali dianiaya dan dicekik akhirnya tidak bergerak lagi. Untuk memastikan korban benar-benar sudah tewas, tersangka mengambil kayu kecil dan menusuk-nusukkan ke tubuh korban, ke bagian rusuk, dan di bawah payudara korban dengan kuat.

Saat itu juga, timbul nafsu bejat pelaku untuk kembali memerkosa korban. Untuk kedua kalinya, guru Pramuka itu memerkosa RN yang sudah tidak bernyawa. Tak berhenti sampai di sana, pelaku kembali menusuk-nusuk korban dengan kayu kecil dan meninggalkannya. Jenazah RN kemudian ditemukan dengan kondisi mengenaskan.

Ayah korban, Husin tidak menyangka putri keduanya itu tewas mengenaskan setelah berpamitan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolahnya. Apalagi pelakunya pelatih Pramuka putrinya di sekolah, yang tak hanya membunuh, tetapi juga memerkosa putrinya.

Dia pun tidak menyangka ajakan pelaku kepada RN untuk mengikuti latihan Pramuka di sekolah ternyata hanya modusnya untuk melakukan perbuatan bejat kepada putrinya.

“Anak saya ditipu pelaku. Memang pelaku mengajak untuk latihan Pramuka. Anak saya ini kebetulan seorang ketua regu. Istri saya juga kenal dengan pelakunya. Saya waktu itu sebenarnya ragu setelah tahu anak saya dihubungi untuk latihan Pramuka,” ujar Husin, Sabtu (4/4/2020).

Dia dan keluarga besar kini berharap agar polisi segera menyelidiki kasus tersebut. Mereka menuntut pelaku dihukum mati, setimpal dengan perbuatannya yang telah membunuh dan memerkosa putrinya. “Saya harap pelaku bisa dihukum mati,” kata Husin.

Jenazah korban RN telah dimakamkan Sabtu (4/4/2020) tadi. Ratusan pelayat berdatangan baik dari warga setempat serta teman sekolah korban. Para teman sekolah korban juga tidak menyangka korban dibunuh dan diperkosa oleh pelatih Pramuka yang mereka kenal.

Saat ini, polisi telahmengamankan pelaku bersama barang bukti kejahatannya. Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga belum bisa memberi keterangan terkait pemerkosaan dan pembunuhan sadis ini lantaran pelaku masih dalam pemeriksaan intensif.


Editor : Maria Christina