Pembunuhan Siswi SMP 10 di OKU, Kepala Disdik: Pelaku Bukan Pelatih Pramuka

Widori Agustino ยท Senin, 06 April 2020 - 03:00 WIB
Pembunuhan Siswi SMP 10 di OKU, Kepala Disdik: Pelaku Bukan Pelatih Pramuka
Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah saat melayat kediaman korban serta memberikan bantuan terhadap kedua orang tua RN, Minggu (5/4/2020). (Foto: iNews/Widori Agustino)

OGAN KOMERING ULU, iNews.id – Pelaku pembunuhan keji disertai pemerkosaan terhadap RN, siswi SMP Negeri 10 di Kecamatan Semidangaji, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan akhirnya terungkap. Pelaku Aldy Sukma Wijaya diketahui bukan pelatih atau pembina pramuka di sekolah korban.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah saat melayat kediaman korban serta memberikan bantuan terhadap kedua orang tua RN, Minggu (5/4/2020).

Dia mengatakan, pelaku rumahnya berdekatan dengan sekolah dan merupakan alumni SMP 10. Pelaku sering ikut kegiatan pramuka, namun sekadar membantu sukarela.

Menurut Teddy, modus itulah yang dijadikan pelaku untuk mengelabuhi korban. agar mau datang ke sekolah saat libur dengan alasan latihan pramuka.

“Pelaku sama sekali bukan pelatih atau pembina pramuka di SMP 10. Memang pelaku merupakan alumni sering membantu kegiatan pramuka di sekolah korban," ujarnya.

Terkait kejadian itu, kata dia, Dinas Pendidikan sudah mengimbau setiap sekolah untuk tidak melakukan kegiatan dalam bentuk apa pun di tengah wabah virus corona.

Ayah RN, Husin mengatakan, pelaku sebelumnya telah menghubungi anaknya agar bisa datang ke sekolah karena ada tes pramuka. “Dia (pelaku) bilang ke anak saya katanya ada tes pramuka,” ucapnya.

Pelaku Aldy Sukma Wijaya (19) saat ini sudah ditahan di Mapolres OKU. Tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup.

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Wahyu Pranoto mengatakan, Aldy yang memperkosa da membunuh siswi SMP Negeri 10 Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, OKU akan diancam pasal berlapis.

"Tersangka akan dijerat pasal 340 Sub pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara," kata Wahyu, Minggu (5/4/2020).


Editor : Kastolani Marzuki