Longsor Kepung OKU Selatan usai Diguyur Hujan Deras 2 Hari Berturut-Turut

Antara ยท Minggu, 10 Mei 2020 - 23:00 WIB
Longsor Kepung OKU Selatan usai Diguyur Hujan Deras 2 Hari Berturut-Turut
Warga bekerja bakti menyingkirkan material longsor yang menimbun jalan di Kabupaten OKU Selatan, Sumsel. (Foto: Antara)

MUARADUA, iNews.id – Longsor menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan menyusul hujan deras selama dua hari berturut-turut di wilayah itu, Minggu (10/5/2020).

Longsor terparah terjadi di Kecamatan Pulau Beringin, Sungai Are dan Sindang Danau. Bencana itu membuat akses jalan lumpuh total. 

"Ada tujuh titik longsor yang terjadi di kecamatan kami yang menutup akses jalan," kata Camat Pulau Beringin, Putra Jaya.

Dia mengemukakan, saat ini terdapat tujuh titik longsor menutup jalan raya sehingga akses menuju Kecamatan Pulau Beringin, Sungai Are dan Sindang Danau lumpuh total.

Sedangkan, kata dia, satu titik longsor ringan berada di Desa Anugerah Kemu berhasil disingkirkan warga sehingga kendaraan dari Kota Muaradua dapat menuju ke Desa Anugerah Kemu. 

"Untuk titik longsor kategori parah membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan tanah agar jalan dapat dilewati kendaraan," ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Dony Agusta menjelaskan, hujan lebat sejak beberapa hari terakhir di wilayah setempat mengakibatkan bencana longsor terjadi di 18 lokasi di Kabupaten OKU Selatan. 

"Longsor paling banyak dan paling parah terjadi di dua desa di Kecamatan Pulau Beringin dan Kecamatan Warkuk Ranau Selatan,  yaitu di Desa Anugerah Kemu dan Kemu Ulu yang berjumlah sembilan titik longsor," katanya. 

Akibat bencana alam tersebut, lanjut dia, akses jalan menuju Kecamatan Pulau Beringin, Kecamatan Sindang Danau, Kecamatan Sungau Are dan Kecamatan Warkuk Ranau Selatan sempat lumpuh total lebih dari 12 jam.

"Lokasi longsor itu sempat terisolir pascabencana alam tersebut menimbun badan jalan pada Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB," ungkapnya.

Menurut dia, dalam mengatasi bencana longsor ini pihaknya menerjunkan satu unit alat berat guna membersihkan tanah atau material yang menutup badan jalan agar kembali normal. "Alhamdulillah jalan sudah bisa dibuka kembali Minggu siang sekitar pukul 15.30 WIB," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki