Kisah Siswa Asal Sumsel Gagal jadi Paskibraka di Istana karena Positif Covid-19

Antara · Jumat, 30 Juli 2021 - 04:49:00 WIB
Kisah Siswa Asal Sumsel Gagal jadi Paskibraka di Istana karena Positif Covid-19
Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan delegasi Paskibraka Nasional, namun salah satunya harus diganti karena positif Covid-19. (Foto: ist)

Menurutnya, M Farhan dan I Nyoman tersebut merupakan rekan satu tim dalam seleksi Paskibraka Sumsel 2021. Keduanya sama-sama pengibar bendera terbaik yang dimiliki Sumsel tahun 2021. “Jadi dengan begitu kapasitas keduanya tidak perlu diragukan,” ujarnya.

M Farhan terpilih menjadi petugas untuk upacara bendera tingkat provinsi atau lapis kedua untuk pengibaran bendera di Istana Negara. Saat ini, M Farhan menjadi delegasi bersama Anisa Takwarani (16) untuk melakukan pelatihan terpusat di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), di Cibubur, Jawa Barat.

Keduanya bergabung dengan 68 paskibraka dari 33 provinsi lainnya guna melakukan pemantapan posisi dalam upacara pengibaran bendera di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Negara 17 Agustus mendatang.

“Tentu kami berharap mereka bisa mendapatkan tempat dalam pasukan inti, yaitu barisan delapan yang mengibarkan bendera, tapi yang penting semoga mereka semua tetap sehat,” katanya.

I Nyoman Ananta setelah mengetahui bahwa posisinya digantikan, sempat merasa terpukul dengan keputusan tersebut. Dia tidak menyangka akan seketat itu aturan yang diberlakukan, sehingga mimpinya untuk berkesempatan menjadi paskibraka nasional tahun ini tertunda.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: