Kisah Siswa Asal Sumsel Gagal jadi Paskibraka di Istana karena Positif Covid-19

Antara · Jumat, 30 Juli 2021 - 04:49:00 WIB
Kisah Siswa Asal Sumsel Gagal jadi Paskibraka di Istana karena Positif Covid-19
Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan delegasi Paskibraka Nasional, namun salah satunya harus diganti karena positif Covid-19. (Foto: ist)

PALEMBANG, iNews.id - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel harus mengganti salah satu delegasi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) asal Sumsel. I Nyoman Ananta (16), siswa SMA Negeri 1 Belitang, Kabupaten OKU Timur digantikan M Farhan Susilo (16), siswa SMA Negeri 17 Kota Palembang, untuk mengibarkan bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2021, karena hasil tes usap antigennya positif Covid-19.

Kepala Dispora Provinsi Sumsel Yusuf Wibowo menyatakan keputusan untuk menggantikan I Nyoman Ananta tersebut, karena alasan ketatnya protokoler panitia persiapan pengibaran bendera di Istana Negara.

“Ketat sekali aturan protokolernya, jadi di saat terakhir sebelum keberangkatan, kami harus mengirimkan surat penggantian delegasi ke Kemenpora,” ujarnya, Kamis (29/7/2021).

I Nyoman masih berkesempatan bergabung dengan paskibraka lain untuk pengibaran bendera di tingkat provinsi. “Sementara ini, kami minta putra kebanggaan Sumsel itu untuk istirahat dulu, kalau sudah sembuh bisa bergabung lagi,” ujarnya.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2 3