Kisah Pendidikan Suku Anak Dalam, Suku Bangsa Minoritas di Hutan Sumsel-Jambi

iNews.id ยท Rabu, 23 Juni 2021 - 12:40:00 WIB
Kisah Pendidikan Suku Anak Dalam, Suku Bangsa Minoritas di Hutan Sumsel-Jambi
Balai kayu sarana pendidikan anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumsel. (Foto: Ist)

“Jangan sampai anak-anak seperti kami, orang tuanya yang buta huruf," katanya. Diharapkan nantinya dari saung ini jumlah masyarakat SAD terdidik akan meningkat.

Dalam beberapa tahun terakhir jumlah masyarakat SAD yang mengecap pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi naik cukup pesat. Ini tak terlepas dari pengaruh modernisasi yang merambah pemukiman mereka.

Masyarakat SAD di Bayung Lencir pada umumnya sudah beradaptasi dengan masyarakat umum, seperti berpakaian dan menetap di rumah. Mereka juga memiliki televisi, radio bahkan parabola.

SAD atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.

Jumlah populasi mereka saat ini diperkirakan mencapai 200.000 orang. Pada umumnya mereka hidup secara nomaden dan mencari nafkah dengan berburu dan mengumpulkan buah-buahan dari hutan.

Kini sebagian menetap di suatu tempat dan berbaur dengan warga sekitar. Banyak dari mereka telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.

Editor : Berli Zulkanedi

Bagikan Artikel: